GEBYAR PILKADA
Gebyar Pilkada
Djarot mengklaim dirinya dan Ahok telah memberikan bukti kinerja yang langsung bisa dirasakan warga Jakarta. Seperti, memperbaiki sistem dan layanan kesehatan, menyediakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

"Siapakah yang selama ini telah memberikan bukti-bukti dan komitmen yang jelas, yang langsung dirasakan oleh seluruh umat Islam di DKI Jakarta, yang menerima KJP, KJS, menerima layanan Puskesmas baik, layanan transportasi baik, betul enggak?," tuturnya.

4 Hari jelang pencoblosan, kata dia, dukungan dari masyarakat mulai mengalir. Djarot menambahkan, dirinya dan Ahok memiliki niat tulus membangun Jakarta. Sehingga, dia berharap niatannya itu bisa tercapai.

"Semakin hari kelihatan sekali begitu bergairahnya rakyat, begitu dukungan datang dari mana-mana. Siapa yang sungguh-sungguh berusaha niscaya akan berhasil. Serahkan semuanya pada Allah SWT, kita berikhtiar sebaik mungkin," klaimnya.

Para pendukung diminta bersabar dengan segala tuduhan dan fitnah yang datang. Djarot juga mengingatkan pendukungnya tidak menyimpan dendam kepada masyarakat yang berbeda pilihan politik dengan mendukung pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno.

"Kita harus sabar menghadapi berbagai macam ujian yang datang bertubi-tubi pada kita, menghadapi berbagai ujaran kebencian, fitnahan, saya bilang sabar," imbuhnya.

"Hadapi mereka dengan senyum yang tulus. Doakan karena mereka saudara kita. Mungkin beda pilihan, tapi ingat mereka adalah saudara kita sendiri. Jangan ada dendam dan benci antara kita," sambung Djarot.

Mantan Wali kota Blitar ini mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani di TPS-TPS pada tanggal 19 April 2017 nanti. Selain itu, dia mengimbau pendukungnya tak perlu khawatir untuk menggunakan hak pilihnya karena TPS dijaga aparat kepolisian.

"Urusan surga neraka itu urusan Allah SWT, asalkan niat kita baik dan ikhlas jangan takut. TPS dijaga aparat, jangan takut. Tapi juga jangan marah, karena anda semua akan aman," pungkasnya.  o mdo



[hari] => Minggu [tanggal] => 2017-04-16 [jam] => 10:01:35 [gambar] => 2000.jpg [gambar_mobile] => [tag] => gebyar-pilkada [dibaca] => 6322 [tampil] => Y [nama_kategori] => Gebyar Pilkada [kategori_seo] => gebyar-pilkada ) http://beritabatavia.com/detail/29945/jakarta-butuh-pemimpin-kerja-bukan-pandai-rangkai-kata-kata" class="slide-desc"> Jakarta Butuh Pemimpin Kerja, Bukan Pandai Rangkai Kata-kata
Gebyar Pilkada
Menurut Martinus, sulitnya mengungkap siapa pelaku pemasangan spanduk provokatif, karena masing-masing pihak tidak ada yang mengaku alias saling tuduh. "Ini menjadi catatan upaya kampanye hitam. Ini jadi pengingat jangan sampai pertentangan memecah persatuan kita," ucap Martinus.

Memang untuk mengusut pelanggaran pilkada merupakan wilayah Bawaslu dan Panwaslu. "Tentu mereka yang leader dalam mengawasi pelanggaran ini. Bagi kami pidananya melalui panel di penegakan hukum terpadu," tandas dia.

Spanduk provokatif yang mengajak untuk tidak memilih salah satu pasangan calon Gubernur DKI Jakarta terus bertebaran. Seperti di Jakarta Barat, bukannya makin berkurang, malahan jumlah spanduk itu bertambah banyak.

Hal ini terlihat dari catatan penurunan spanduk-spanduk di Jakarta Barat yang dilakukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). "Kami sudah menurunkan 625 spanduk di Jakarta Barat," ujar Ketua Panwaslu Jakarta Barat, Puadi.

Dari 625 spanduk itu, setengahnya atau 308 merupakan spanduk provokatif dan 318 lainnya merupakan spanduk milik pasangan calon gubernur. "Masih terus bertambah, kita akan terus bersihkan," kata Puadi. o leo

[hari] => Sabtu [tanggal] => 2017-04-15 [jam] => 16:31:00 [gambar] => 24martinus.jpg [gambar_mobile] => [tag] => metropolitan [dibaca] => 6563 [tampil] => Y [nama_kategori] => Gebyar Pilkada [kategori_seo] => gebyar-pilkada ) http://beritabatavia.com/detail/29936/polri-sulit-tangkap-pemasang-spanduk-provokatif" class="slide-desc"> Polri Sulit Tangkap Pemasang Spanduk Provokatif
Gebyar Pilkada
Dilanjutkan, isu SARA telah menyesatkan masyarakat. Pasalnya, dengan menggunakan isu itu, masyarakat tidak mendapatkan informasi jernih dan objektif. “Ini pula yang membuat persoalan utama justru terabaikan. Jangan alihkan ke isu kebhinekaan. SARA itu sudah anugerah," ujar Siti.

Menurut Siti, apabila isu SARA terus di kedepankan dalam Pilkada DKI Jakarta, maka Indonesia dipastikan mengalami kemunduran demokrasi. Padahal, kesuksesan Pilkada DKI Jakarta seharusnya menjadi kekuatan demokrasi. "Pilkada DKI diharapkan tiang pancang konsolidasi demokrasi," ujarnya menegaskan.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia Sri Budi Eko Wardani memperkirakan, bahwa isu primordial atau agama akan semakin digunakan untuk mempengaruhi pemilih dalam pilkada kedua DKI Jakarta.

Hanya saja, kedua tim pemenangan dua pasangan calon gubernur - wakil gubernur DKI Jakarta menyebut hal itu tidak akan menjadi fokus mereka.

Menurutnya, faktor rasional lewat pengenalan program yang diajukan oleh kandidat petahana "berimbang" perannya dengan faktor-faktor yang bersifat sosiologis. Namun demikian, dia menilai bahwa jualan program dan kinerja yang ditawarkan menjadi sulit untuk digoyahkan. o bio




[hari] => Senin [tanggal] => 2017-04-10 [jam] => 18:37:25 [gambar] => 47000.jpg [gambar_mobile] => [tag] => gebyar-pilkada [dibaca] => 6297 [tampil] => Y [nama_kategori] => Gebyar Pilkada [kategori_seo] => gebyar-pilkada ) http://beritabatavia.com/detail/29906/pilkada-dki-2017-isu-sara-sesatkan-warga-jakarta" class="slide-desc"> Pilkada DKI 2017 : Isu SARA Sesatkan Warga Jakarta
    Sabtu, 15 Desember 2018
    Dinas Kesehatan Kota Depok melakukan penelitian terhadap jajanan anak-anak sekolah. Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Ernawati, banyak jajanan ... ...
    Terpopuler gebyar pilkada
    Breaking News: