Rabu, 07 April 2010

Calo KTP & KK Gentayangan di Jakarta Utara

Ist.
Beritabatavia.com - JAKARTA. Praktek percaloan KTP dan KK masih bergentayang di wilayah Jakarta Utara. Mereka  melakukan hal itu secara terang-terangan tanpa ada rasa takut atau malu kepada petugas. Seperti yang terjadi di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, praktek percaloan terhadap permohonan KTP dan KK terlihat wara-wiri di kantor tersebut.    Seperti yang dialami Tini,24 warga Gang Pos, RT 01/01, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, dia mengaku dirinya membayar Rp150 ribu untuk pembuatan KTP baru. "Saya kena Rp150 aja, lantaran saya sudah dikenalkan sama tetangga dengan salah satu orang yang biasa mengurusinya,"jelas karyawan salah satu pabrik di KBN (Kawasan Berikat Nusantara).
 Dia mengaku, pembuatan KTP yang diurus oleh salah satu orang yang sering di kelurahan itu lebih murah dibanding dengan yang lain. "Biasanya orang lain dikenakan biaya mulai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu,"ujarnya.
 Diakui pula, memang biaya untuk mengurusi sendiri jauh lebih murah ketimbang dengan orang lain. Namun, yang jadi masalah waktu selesai pembuatan KTP bisa mencapai 1 hingga 2 bulan."Habis mau gimana lagi, dari pada kita nunggu berbulan-bulan lebih baik lewat calo lebih cepat. Bisa 1 sampai 2 minggu sudah selesai," hematnya.
 Hal lain juga dialami oleh SG,32 warga Semper Barat dia mengaku dirinya bikin 2 KTP baru dengan istri, plus 1 KK (kartu keluarga)  ia harus dikenakan biaya Rp500 ribu."Saya kurangi dikit kasihnya kepada RT, lantaran ngak ada uang mas, ya diterima juga sama beliau katanya sih biaya tersebut mungkin nyangkut di Kelurahan,"tukasnya.
 Sementara itu Kasudin Dukcapil Pemkot Jakut, Edison Sianturi mengatakan, pihaknya akan mengecek langsung ke lurah Sukapura Ade Himawan kebenaran laporan itu. "Jika memang ada petugas kami yang terbukti terlibat dalam sistem pelayanan ini saya akan menindak tegas.Tapi jika ini dilakukan oleh pihak luar saya akan serahkan kepada lurah untuk mengambil tindakan,"jelas Edison.
 Kasudin juga meminta kepada semua pihak untuk ikut memberantas keberadaan Calo. "Kan di Kelurahan sudah tertulis dengan jelas di loket Layanan Umum dan KTP, dengan demikian warga juga bisa tahu nama petugasnya jika terjadi praktek yg tidak beres kayak begini,"ujarnya.
 Edison menambahkan, untuk biaya pengurusan KTP Baru bagi pendatang tarif resminya Rp5 ribu, sedangkan untuk terlambat selama 14 hari dikenakan denda resmi sebesar Rp.10 ribu. (bkh)