Selasa, 13 April 2010

Ribuan Hansip/Linmas Tak Mendapat Gaji dari Pemprov DKI

Ist.
Beritabatavia.com - JAKARTA. Ratusan Hansip (Pertahanan Sipil) atau Linmas (Perlindungan Masyarakat) yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban wilayah berharap pada Pemda DKI Jakarta untuk memperhatikan nasibnya. Mereka minta supaya dalam menjalankan tugasnya mendapat honor atau biaya operasional karena selama ini mereka hanya mendapat upah dari swadaya masyarakat. Seperti yang alami Kelik (38) anggota Linmas di wilayah Cilincing misalnya. Dia sudah mengabdi selama 5 tahun, namun selama itu pula dia hanya menerima upah Rp 250 ribu/bulan dari warga. “Upah kami tergantung dari pemberian warga, kalau warganya ngasih saya terima jika tidak saya ga mau minta,“ tutur Kelik. Nasib yang sama juga dialami oleh Jaja (40)  Linmas di wilayah Kecamatan Koja. Menjadi anggota linmas memang sangat berat, disamping mendapat kritikan warga jika ada pencurian, dirinya juga menjadi sasaran kesalahan dari  warga.
“Kami bekerja siang dan malam, banyak resiko yang dihadapi terutama ada kasus pencurian di wilayah,“ sahutnya. Dengan tugas yang  sangat berat itulah para petugas berharap pemerintah DKI Jakarta memikirkan nasibnya pemberian honor seperti halnya RT dan RW. Keberadaan anggota linmas ini cukup banyak. Bisa di bayangkan jumlahnya setara dengan jumlah RT yang ada di Jakarta Utara ada 4.963 RT."Kami selain menjaga keamanan di lingkungan juga sebagai Pamsung (Keamanan Langsung ) dalam pelaksanaan pemilu. Pengabdiannya di wilayah rata- rata dari 5 sampai 10 tahun,"imbuhnya. O wdi
Berita Terpopuler