Sabtu, 03 September 2016

Kompetensi Sebagai Prestasi & Peningkatan Gaji

Ist.
Beritabatavia.com - Birokrasi yang rasional para pekerjanya dikelola berbasis kompetensi. Orientasinya pada kerja dan gaji. Sistem-sistem yang dilakukan terbuka, transparan, akuntabel yang mampu memberi harapan.

Pengembangan kariernya bukanlah pada pangkat dan jabatan semata, melainkan pada kompetensinya. Penjabaran kompetensi inti (core competition) pada setiap pekerjaan inilah yang nantinya yag dihitung sebagai point meryt bagi penentuan indeks prestasinya. Pada point-point tertentu akan berdampak pada incentive yang layak dibayarkan.

Penentuan core competition ini nantinya dikaitkan pada sistem-sistem pelayanan kepada public baik yang bersifat langsung maupun tidak. Dan di dalam mewirausahakan birokrasi pun bisa membuat wadah-wadah.Untuk menampung kompentensi para petugas yang memiliki pengalaman dan kompentensi.

Bisa sebagai tenaga pendidik, tenaga –tenag adminstrasi hingga operasional. Sebagai contoh membangun safety driving centre, security training centre, sekolah penyidik (investigator training centre), pengembangan sekolah tinggi ilmu kepolisian.

Bisa juga pada sistem-sistem informasi dan komunikasi yang dikembangkan melalui on line system (pintas : police intellegence traffic analysis sistem: info kepadatan arus dan pilihan jalur alternatif) dan sebagainya.

Kompetensi merupakan salah satu karakter untuk menjalankan roda birokrasi secara rasional. Energi-energi lain dari birokrasi yang sering dimanfaatkan sebagai lahan pungli bisa dijadikan sumber-sumber anggaran melalui PNBP (penghasilan negara bukan pajak).

Sehingga negara atau institusi memiliki daya untuk menghidupi aparaturnya dengan baik yang berbasis
kompetensi bukan pada penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan.

Energi-energi membangun kompetensi, dan sebagai apresiasi atas prestasi akan mengikis kecintaan dan kecanduan pada sistem-sistem irasional pada birokrasi.O Kombes DR Chrysnanda DL

Berita Terpopuler
Selasa, 16 Oktober 2018