Jumat, 10 Maret 2017

Masuki Putaran ke 2 Pilkada DKI, Anis di KPK kan

Ist.
Beritabatavia.com - Memasuki putaran kedua Pilkada DKI, kembali kasus hukum menimpa salah satu pasangan calon. Kali ini pasangan calon Gubernur DKI  Anis Baswedan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas tuduhan penyalahgunaan kewenangan saat menjabat Mendikbud.
 
Laporan itu disampaikan oleh Andar Mangatas Situmorang pada Kamis (9/3) kemarin. Pelapor menduga, Anies telah menyalahgunakan kewenangan jabatannya sebagai Mendikbud.

Dalam tanda bukti penerimaan laporan/informasi dugaan tindak pidana korupsi dengan nomor agenda :2017-03-000049 dan nomor informasi: 89464 tertanggal 9 Maret 2017 disebutkan, adanya dugaan penyimpangan penggunaan dana pameran Frankfurt Book Fair 2015 yang berlangsung di selama tiga hari di Jerman. Anis diduga melakukan penyimpangan itu saat menjabat sebagai Mendikbud.
 
"Kami melaporkan mantan Mendikbud Anies Baswedan yang diduga melakukan korupsi sistematis pada  acara pameran buku di Jerman mulai 14-18 Oktober 2015 dengan biaya Rp 146 miliar," kata Andar, Jumat (10/3).

Selain soal korupsi, Andar juga  menuding Anies dengan sengaja menyusupkan pameran buku soal pemberantasan PKI. Hal itu dilakukan saat Kemendikbud tengah mempromosikan buku "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata.

Menurut Andar, Kemendikbud diminta untuk memperkenalkan budaya Indonesia di dunia internasional, lewat pameran kebudayaan dan buku “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata, namun justru disusupi pameran buku “Amba” dan “Pulang”, yaitu buku yang membahas tentang pembasmian PKI 1965.

“Anies secara suka-suka merekrut budayawan Goenawan Mohammad sebagai ketua komite pelaksana dalam kegiatan tersebut,” kata Andar.

Dikatakan, penyusupan buku tentang PKI itu adalah bentuk manipulasi. Apalagi paham PKI, sudah diberantas di Indonesia.
Andar menilai, pemeran yang disusupi buku tentang PKI itu sangat bangsa Indonesia, bahkan menimbulkan kekhawatiran paham komunis ingin kembali dibangkitkan di kancah internasional mengingat di Indonesia paham PKI sudah diberantas.

Sementara Kabiro Humas KPK, Febridiansyah mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan guna mendapatkan bukti terkait laporan tersebut. 

"Memang benar KPK menerima laporan tersebut. Setiap pengaduan akan ditelaah lebih dulu, apakah ada indikasi korupsi atau tidak,” kata Febri.

Ditempat terpisah, Ketua tim pemenangan pasangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera, mengatakan, tim advokasi akan segera menangani soal dugaan korupsi tersebut.

“ Tim advokasi kita sudah melakukan upaya, namun public dapat melihat apakah laporan itu benar kasus hukum atau tidak,” ujar Mardani.O son

Berita Terpopuler