Sabtu, 25 Maret 2017

Bank Mandiri Teledor,Kusut, Mengecewakan

Ist.
Beritabatavia.com - Bank Terbaik di Indonesia,terdepan,terpercaya,tumbuh bersama Anda, merupakan slogan Bank Mandiri yang tidak bisa dipercaya. Faktanya, management Bank Mandiri teledor,sembarangan,kusut, sangat tidak profesional,memalukan, juga melakukan praktik intimidasi.

Permintaan maaf yang disampaikan Bank Mandiri lewat media sosial twitter, karena kelalaiannya seharusnya dijadikan pelajaran untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tetapi,lagi-lagi Bank Mandiri kembali melakukan kekeliruan serupa.Sangat memalukan, bahkan bebal. Sehingga tidak salah kalau sepanjang priode 2014-2015 Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) menerima pengaduan perbankan terbanyak dari nasabah Bank Mandiri.

Seperti yang saya alami pada Sabtu 25 Maret 2017. Saat saya menerima surat tagihan kartu kredit nomor 5126766000589907 sebesar Rp 88.824 yang dicetak pada 19 Maret 2017.

Padahal,sejak 24 Februari 2017, saya sudah mengucapkan sayonara dengan menutup dua buah kartu kredit dikantor Bank Mandiri Cabang Krekot,Pasarbaru,Jakarta Pusat (ada dokumennya).

Beberapa saat setelah menerima surat tagihan,saya langsung telepon ke 14000 dan berbicara dengan petugas operator bernama Audiri. Setelah mencocokkan identitas, lalu Audiri menjelaskan sesuai data yang ada, benar kartu kredit yang saya miliki sudah ditutup sejak 24 Februari 2017. Tetapi, Audiri tidak bisa menjelaskan alasan mengapa surat tagihan yang dicetak pada 19 Maret 2017 itu masih dikirim ke saya. Dengan suara melemah, Audiri hanya meminta maaf beberapa kali, dan saya langsung menutup telepon.

Kekecewaan yang menyakitkan hati oleh Bank Mandiri merupakan  rentetan yang saya alami lewat surat Bank Mandiri tertanggal 3 Februari 2017 perihal peringatan terakhir. Dalam surat itu disebut, saya katagori kolektibilitas dalam perhatian khusus dan akan terdaftar dalam sistem informasi debitur bank Indonesia sebagai debitur yang menunggak.

Ancaman itu akan dilaksanakan apabila saya tidak melunasi tagihan kartu kredit sebesar Rp 86.528 terhitung tujuh hari sejak tanggal surat tersebut. Padahal, saya tidak pernah lagi menggunakan kartu kredit tersebut, tagihan itu adalah jumlah biaya administrasi yang harus saya bayarkan.

Akhirnya pada Jumat 25 Februari 2017 saya mendatangi Bank Mandiri di kawasan Pasarbaru,Jakarta Pusat untuk melunasi tagihan sekaligus menutup kartu kredit. Untuk proses tersebut saya membayar Rp205.624 dengan rincian biaya dua buah kartu kredit sebesar Rp50.000 dan biaya administrasi Rp 56.800 untuk kartu kredit no 4137xxxxxxxx2486 dan Rp98.824 untuk kartu kredit no 5126xxxxxxxx9907.
 
Saat itu jugalah (saya memang sudah beberapa tahun terakhir tidak lagi pernah melakukan transaksi di Bank Mandiri), mengetahui rekening saya sudah di tutup oleh pihak Bank Mandiri. Tetapi penutupan rekening tersebut tidak pernah diberitahukan oleh pihak Bank Mandiri, meskipun masih ada dana yang tersisa di rekening saya.

Tindakan penutupan rekening saya sangat tidak sebanding dengan ancaman sebagai debitur yang menunggak dan didaftarkan ke dalam sistem informasi debitur Bank Indonesia. Sebaiknya, Bank Mandiri mengirimkan pemberitahuan untuk melunasi biaya administrasi.Sebab saya tidak pernah menunggak atas dana Bank Mandiri yang saya gunakan.

Ironisnya, Bank Mandiri lewat surat tagihan yang saya terima pada 25 Maret 2017 menganggap saya masih memiliki hutang. Kondisi inilah mengundang pertanyaan sekaligus membuat saya tetap mengucapkan sayonara untuk Bank Mandiri. Apakah ada nasabah lain yang kecewa dengan Bank Mandiri ?

Salam
Edison Siahaan
Pemred beritabatavia.com



Berita Terpopuler