Jumat, 07 April 2017

Kecewakan Nasabah, Bank Mandiri Minta Maaf

Ist.
Beritabatavia.com - Setelah mengecewakan dan melakukan intimidasi,akhirnya Vice Presiden PT Bank Mandiri Customer care group Sri Metti Sundawati dan assistant Vice Presiden Shanti Ariani mengirimkan surat perihal informasi tagihan Mandiri kartu kredit dan permintaan maaf.

Surat bernomor OPS.CCR/CC1.11234/2017 saya terima pada Kamis 6 April 2017. Dalam surat yang ditanda tangani Sri Metti Sundawati dan Shanti Ariani disebutkan Bank Mandiri meminta maaf atas ketidak nyamanan yang membuat saya kecewa akibat pelayanan Bank Mandiri.

Kedua petinggi Bank Mandiri itu juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah menutup kartu kredit Mandiri saya sejak 24 April 2017. Sementara Bank Mandiri masih tetap mengirim surat tagihan pada 25 Maret 2017.
Bank Mandiri juga memastikan bahwa status kartu kredit saya pada Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia pada periode Februari 2017 lancar dan akan ter-update lunas pada pelaporan Maret 2017 yaitu setelah 12 April 2017.

Kekecewaan yang menyakitkan hati dipicu surat Bank Mandiri tertanggal 3 Februari 2017 perihal peringatan terakhir. Dalam surat itu disebut, saya katagori kolektibilitas dalam perhatian khusus dan akan terdaftar dalam sistem informasi debitur bank Indonesia sebagai debitur yang menunggak.

Padahal, saya tidak pernah lagi menggunakan kartu kredit tersebut, tagihan itu adalah jumlah biaya administrasi yang harus saya bayarkan.

Akhirnya pada Jumat 24 Februari 2017 saya mendatangi Bank Mandiri di kawasan Pasarbaru,Jakarta Pusat untuk melunasi tagihan sekaligus menutup kartu kredit. Untuk proses tersebut saya membayar Rp205.624 dengan rincian biaya dua buah kartu kredit sebesar Rp50.000 dan biaya administrasi Rp 56.800 untuk kartu kredit no 4137xxxxxxxx2486 dan Rp98.824 untuk kartu kredit no 5126xxxxxxxx9907.
 
Saat itu jugalah (saya memang sudah beberapa tahun terakhir tidak lagi pernah melakukan transaksi di Bank Mandiri), mengetahui rekening saya sudah di tutup oleh pihak Bank Mandiri. Tetapi penutupan rekening tersebut tidak pernah diberitahukan oleh pihak Bank Mandiri, meskipun masih ada dana yang tersisa di rekening saya.

Sebaiknya, Bank Mandiri mengirimkan pemberitahuan untuk melunasi biaya administrasi.Sebab saya tidak pernah menunggak atas dana Bank Mandiri yang saya gunakan.

Ironisnya, pada 25 Maret 2017 Bank Mandiri masih mengirimkan surat tagihan kartu kredit nomor 5126766000589907 sebesar Rp 88.824 yang dicetak pada 19 Maret 2017.

Padahal,sejak 24 Februari 2017, saya sudah mengucapkan sayonara dengan menutup dua buah kartu kredit dikantor Bank Mandiri Cabang Krekot,Pasarbaru,Jakarta Pusat (ada dokumennya).

Beberapa saat setelah menerima surat tagihan,saya langsung telepon ke 14000 dan berbicara dengan petugas operator bernama Audiri. Setelah mencocokkan identitas, lalu Audiri menjelaskan sesuai data yang ada, benar kartu kredit yang saya miliki sudah ditutup sejak 24 Februari 2017. Tetapi, Audiri tidak bisa menjelaskan alasan mengapa surat tagihan yang dicetak pada 19 Maret 2017 itu masih dikirim ke saya. Dengan suara melemah, Audiri hanya meminta maaf beberapa kali, dan saya langsung menutup telepon.

Kemudian pada Pukul 15.32 Senin 27 Maret 2017 saya dihubungi seorang perempuan namanya lupa dengan menggunakan nomor telepon (021) 30009527.  Dia mengaku dari Bank Mandiri menanyakan keluhan yang saya sampaikan sebelumnya. Setelah menerima penjelasan saya, petugas Bank Mandiri tersebut meminta maaf atas ketidak nyamanan yang saya alami.

Setelah beberapa kali minta maaf, petugas Bank Mandiri itu juga berjanji segera mengirimkan surat resmi permintaan maaf kepada saya. Sekaligus pemberitahuan pencabutan nama saya dari sistem informasi debitur Bank Indonesia yang menunggak seperti ancaman yang disampaikan sebelumnya.  Kemudian surat itu saya terima pada 6 April 2017.

Saya berharap tidak ada lagi yang kecewa atas pelayanan Bank Mandiri. Sekaligus surat permintaan maaf yang terakhir dari Bank Mandiri. Sehingga Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) tidak lagi mencatat telah menerima pengaduan perbankan terbanyak dari nasabah Bank Mandiri seperti pada periode 2014-2015.


Salam
Edison Siahaan
Wartawan/Pemred beritabatavia.com



Berita Terpopuler