Jumat, 30 Juni 2017

Film & Propaganda

Ist.
Beritabatavia.com - Film merupakan media komunikasi paling efektif yang memiliki dampak luas hanya dalam waktu relatif singkat. Sehingga Film mempunyai peranan penting dalam pengembangan budaya bangsa yang menjadi salah satu aspek peningkatan kesatuan dalam pembangunan nasional.

Sejatinya, Film mempunyai inti dari sebuah cerita yang mengungkapkan realita sosial yang terjadi dalam lingkungan kehidupan masyarakat. Kemudian pesan itu disampaikan lewat Film sebagai media komunikasi sosial yang terbentuk dari penggabungan dua indra, penglihatan dan pendengaran.

Dalam perkembangannya, Film juga digunakan sebagai media untuk melakukan propaganda, untuk mempengaruhi pikiran dan tindakan manusia dengan cara memanipulasi atau melakukan representasi. Dengan tujuan agar cerita film yang diserap oleh indra manusia dan  masuk ke akal kemudian hasilnya menjadi  sebuah konsep untuk disampaikan kembali lewat bahasa.

Seperti kehebatan “Rambo” dalam peperangan Vietnam atau disebut perang Indocina kedua. Lewat film Rambo dan sejenisnya, banyak orang khususnya yang lahir pada tahun 80 an mengetahui perang Vietnam dengan mudah dimenangkan oleh tentara Amerika Serikat,meskipun hanya dilakukan seorang bernama Rambo. Apabila sebuah film yang beredar di masyarakat tidak menggambarkan kejujuran akan potensi memicu pro kontra dengan beragam argumentasi sesuai dengan kepentingan dari  masing-masing pihak.

Seperti film  pendek bertajuk “Kau Adalah Aku Yang Lain “ yang disutradarai Anto Galon, yang diumumkan sebagai pemenang oleh penyelenggara Police Movie Festival ke 4 bertema Unity in Diversity 2017.  Kemudian menjadi viral di media sosial  setelah diunggah ke akun facebook Divisi Humas Polri, Kamis 22 Juni 2017 lalu.

Meskipun pihak Polri mengatakan bahwa, kemenangan film “Kau Adalah Aku Yang Lain” sudah melewati proses panjang dengan penjurian yang sudah profesional. Tetapi tidak mampu meredam gejolak penolakan bahkan tudingan dari berbagai pihak bahwa film berdurasi pendek karya Anto Galon itu adalah bentuk pelecehan terhadap Agama Islam.
 
Sikap penyesalan tersebarnya film “Kau Adalah Aku Yang Lain” dilontarkan Anggota Komisi 3 DPR RI,  Asrul Sani. Disusul pernyataan keras Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, bahwa pihaknya aktif menggambarkan Muslim yang damai dan mendamaikan di Indonesia, tetapi  kepolisian justru menyampaikan wajah muslim yang bodoh lewat film itu. Produsen kebisingan dan intoleransi tidak lahir dari akar rumput rakyat kebanyakan, tetapi bersumber dari elit Politik dan aparatur negara.

Film pendek “ Aku Adalah Kau Yang Lain” menjadi topik yang bergulir dan potensi mengganggu keberagaman. Disusul penilain beragam dari berbagai kalangan yang terus mengalir deras. Mahasiswa pasca sarjana Universitas Indonesia, Bona Ricky menilai film bertajuk “Aku Adalah Kau Yang Lain” menggambarkan beberapa hal yang berdampak negatif.

Film itu menunjukkan tidak adanya koordinasi antara polisi lalu lintas dengan polisi yang menjaga pengajian. Kemudian film itu menggambarkan kondisi masyarakat yang tidak sebenarnya. Sebab tidak ada dan belum pernah terjadi di negeri ini dimana kegiatan Agama (apapun Agamanya) bisa menghalangi urusan kemanusiaan seperti yang digambarkan dalam film tersebut.
 
Menurut Bona Ricky, film pendek itu membuat streotipe bahwa Islam itu tidak toleran dan berhadap-hadapan dengan Kristen. Seharusnya polisi tidak masuk ke ranah Agama apalagi membentuk opini seakan-akan umat Islam itu begitu. Untuk mewujudkan prasangka, hendaknya sutradara dan perencana film itu harus diperiksa niat dan tujuannya membuat film itu. Selain pihak swasta, alasan penempatan logo Polri dalam film tersebut juga harus memberikan penjelasan.

Film adalah karya seni yang sejatinya memuat pesan untuk dapat mengubah perilaku kearah kebaikan, perdamaian agar terwujud persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Film seyogiayanya tidak dijadikan alat propaganda dengan menyajikan informasi yang keliru. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Minggu, 16 Juli 2017
Jumat, 30 Juni 2017
Sabtu, 17 Juni 2017
Kamis, 08 Juni 2017
Jumat, 02 Juni 2017
Senin, 29 Mei 2017
Jumat, 26 Mei 2017