Kamis, 13 Juli 2017

Sosok Jenderal M Iriawan Yang Tegas & Humanis

Ist.
Beritabatavia.com - Sejatinya, menegakkan hukum adalah sebuah upaya edukasi untuk membangun peradaban.Upaya itu akan berhasil apabila dilakukan oleh aparat penegak hukum yang professional, tegas tetapi dengan cara yang humanis dan didasari asas perikemanusiaan.

Polri sesuai amanat undang-undang nomor 2 tahun 2002 disebut sebagai institusi penegak hukum untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan pengayoman, perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Tentu setiap anggota Polri harus memberikan perlakuan dan penerapan hukum yang sama untuk semua orang, tanpa kecuali. Agar penegakan hukum bisa memberikan rasa keadilan bagi setiap warga Negara serta dapat menjamin kepentingan hukum setiap warga negara agar hak-hak setiap warga Negara terayomi dan terlindungi.

Amanat itu akan terwujud,apabila setiap aparat penegak hukum tegas tetapi bersikap humanis dengan berdasarkan kemanusiaan serta memperhatikan kearipan lokal. Seperti sosok Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Iriawan.

Lulusan Akpol 1984 ini selalu menunjukkan empaty dan ikut merasakan kesedihan yang dialami para setiap korban kejahatan. Bahkan dengan tulus ikut memikul keranda jenazah Italia Chandra Kirana dari rumah duka ke Masjid Mahajirin. Tidak hanya  itu,  Jenderal Iriawan juga ikut menyalati jenazah Italia sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Selapajang, Neglasari, Kota Tangerang.

Pria kelahiran Jakarta pada 55 tahun silam ini, merasakan kesedihan dan penyesalan yang mendalam terhadap para korban kejahatan maupun keluarganya. Tetapi, Jenderal bintang dua itu tetap tegas dan tak pernah kompromi terhadap aksi kejahatan, itu dibuktikan dengan kerja keras untuk mengungkap setiap kasus kejahatan.

Namun, Iriawan tidak menunjukkan emosi atau dendam kepada para pelaku kejahatan yang berhasil ditangkap. Justru Iriawan tetap tampak ramah dan menyapa  para pelaku kejahatan yang diawali dengan melontarkan sejumlah pertanyaan.

“ Saya berprinsif  fight the crimes not the person. Kita memerangi kejahatannya bukan orangnya. Atas dasar itulah polisi harus bersikap humanis termasuk kepada tersangka, apalagi tersangka yang kooperatif dan mengakui kesalahannya,” kata Irjen M Iriawan.

Menurut Jenderal bintang dua ini, penegakan hukum adalah upaya edukasi untuk membangun peradaban. Untuk itu, aparat penegak hukum harus tegas dan tetap bersikap humanis yang berdasarkan asas perikemanusiaan. Selain itu, ada asas dan aturan yang harus ditaati setiap aparat penegak hukum.

Dalam ilmu hukum dikenal asas Equality Before the Law atau semua orang sama dihadapan hukum dan berhak atas perlindungan hukum tanpa diskriminasi apapun. Kita juga mengenal asas praduga tidak bersalah atau populer  disebut presumption of innocent. Artinya, setiap orang dianggap tidak bersalah sebelum mendapat putusan pengadilan yang inkrah.

Tentu, dalam implementasinya aparat penegak hukum harus dan wajib menguji sebuah informasi atau fakta dengan menggunakan cara observasi,wawancara dan dokumentasi, teknik itu dikenal dengan metoda Triangulasi. Seperti yang dilakukan Kapolda Irjen M Iriawan kepada sejumlah tersangka pelaku kejahatan yang sudah berhasil diringkus.

Termasuk kepada dua tersangka pelaku pembacokan terhadap Hermansyah alumnus ITB  yang terjadi di Jalan Tol Jagorawi KM 6, Jakarta Timur, pada Minggu (9/7) dini hari lalu. Kedua tersangka pelaku bernama Laurens Paliyama dan Edwin Hitipeuw berhasil ditangkap pada Rabu (12/7) dini hari.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan langsung menemui kedua tersangka di sebuah ruangan didampingi Kapolres Metro Jakarta Timur dan Kapolres Metro Depok serta sejumlah perwira Polri lainnya. Irjen Iriawan terlihat tenang dan mengajak keduanya makan seraya melontarkan sejumlah pertanyaan untuk mengetahui  alasan para tersangka melakukan kejahatannya.

Peristiwa pertemuan Kapolda Irjen M Iriawan dengan kedua tersangka yang tersebar luas di masyarakat,langsung mendapat respon positif dari masyarakat. Selain menyampaikan rasa salut terhadap cara pendekatan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, masyarakat juga berdoa dan berharap Irjen M Iriawan dapat menggantikan Jenderal Tito Karnavian sebagai Kapolri. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Minggu, 28 Desember 2016
Rabu, 24 Desember 2016
Jumat, 19 Desember 2016
Senin, 15 Desember 2016
Jumat, 29 Juli 2016
Kamis, 28 Juli 2016