Jumat, 14 Juli 2017

Lokasi Gerebek Sabu 1 Ton, Hotel Mandalia Anyer Dikenal Angker

Ist.
Beritabatavia.com - HOTEL Mandalika, Anyer, Kabupaten Serang, Banten yang menjadi lokasi penggerebekan satu ton narkoba jenis sabu ternyata angker. Saking angernya hotel ini disebut warga sekitar sebagai hotel hantu. Hal tersebut diungkapkan warga sekitar hotel berlantai lima itu.Karena tak digunakan hotel dan resort bintang lima nampak tak terawat, rumput liar tumbuh dimana-mana.

Banyak cerita mistis hingga klenik yang menghantuinya. Warga sekitar kerap mengait-ngaitkan peristiwa terbakarnya kapal Ferry Laut Teduh 2 di perairan Anyer bawa penumpang 434 orang dari Merak menuju Bakauheni, Jumat 28 Januari 2011. Sebanyak 12 orang tewas dan yang meninggal dikaitkan dengan hotel ini.

Mitos di masyarakat setelah aksi pemadaman api dan evakuasi di dermaga Hotel Mandalika, Anyer tersebut, roh para korban mendiami hotel tersebut. Itulah sebabnya hotel tersebut sepi pengunjung dan tidak lagi beroperasi. “Hotel itu mah serem. Banyak hantunya. Dipake cuma hajat doang. Itu juga nggak sampe malam,” kata Yati, warga sekitar.

Warga juga pernah merasa ada wanita yang teriak minta tolong dari dalam kamar hotel. Namun warga tak banyak berbuat karena suasana hotel gelap dan hal itu dianggap hal yang mistis saja.

"Emang disini (hotel mandalika) terkenal angker, Saya juga pernah ngerasain, waktu ada cewek bawa tas koper nyetop mobil saya di depan hotel sini, tapi pas di jalan cewek itu ngilang tiba-tiba," ujar sopir angkot jurusan Anyer-Cilegon Entang, Jumat (14/7/2017).

Hotel ini dibangun pada 1995 hingga 2000. Sumber menyebutkan bahwa awalnya pemilik saham hotel tersebut adalah mendiang Hasmoro. Kini saham dipegang oleh Lakmink Hasmoro. Namun demikian, hotel tersebut hanya berjalan selama tiga minggu di bulan Januari 2000 silam.
Hotel terpaksa tutup karena konflik managemen HRD sejak tahun 2000 hingga saat ini. “Sekarang tidak disewakan hanya disewakan gedung pertemuan atau lapangan untuk hajatan atau acara lain, dan jarang ada yang mau menginap di hotel ini” sambungnya.

Selama ini selain kerap disewa warga untuk hajatan di siang hari, masyarakat yang ingin memancing ikan bisa masuk tanpa dipungut bayaran. Hotel Mandalika bukan tidak ada penghuningnya, tapi ada petugas jaga sebanyak enam orang yang dibagi dalam tiga shift. Keenam orang itu antara lain J, AN, ME, F, H, dan B.

Sebelumnya, Hotel Mandalika menjadi lokasi penyergapan upaya penyelundupan sabu seberat 1 ton oleh tim Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok. Hasilnya empat orang diamankan, yang seluruhnya warga negara asing asal Taiwan. Keempatnya yakni Lin Ming Hui ditembak mati karena melawan petugas, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. o bbs