Jumat, 21 Juli 2017

Ketika Jenderal Iriawan Bersama Masyarakat

Ist.
Beritabatavia.com - Jakarta sebagai ibukota bukan hanya pusat pemerintahan,bisnis dan politik.Tetapi juga  barometer keamanan bagi seluruh wilayah Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) sekaligus potret Indonesia.

Jumlah penduduk yang mencapai 10 juta, membuat   kehidupan di kota Jakarta berdenyut kencang dan terus  bergeliat tak pernah berhenti siang dan malam. Langgam kehidupan yang beragam, dihiasi pernik warna warni keindahan penuh dinamika dan sensasi membuat Jakarta menjadi impian sebagian besar masyarakat Indonesia maupun warga asing dari mancanegara.

Dinamika kehidupan kota Jakarta diwarnai kompetisi yang ketat. Sekaligus menyemai janji menggiurkan yang juga mengecewakan,sehingga kondisi itu potensi menimbulkan beragam problema dan akhirnya mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
 
Sementara irama derap langkah masyarakat Jakarta harus didukung dengan situasi dan kondisi Kamtibmas yang kondusif. Mewujudkan  Kamtibmas di Ibukota Jakarta adalah menjadi tugas tanggungjawab Polda Metro Jaya.

Tentu memelihara Kamtibmas Ibukota Jakarta yang sangat dinamis, dibutuhkan sosok seorang Kapolda yang  memiliki kompentensi dengan kemampuan di atas rata-rata. Serta memahami karakteristik problema serta sosok yang dipercaya dapat mengorganisir seluruh jajaran Polda Metro Jaya. Tidak kalah pentingnya, Kapolda Metro Jaya harus memiliki wawasan luas dan network yang kuat.

Memelihara ketertiban dan keamanan Ibukota tidak harus dengan mengangkat senjata dan bermuka seram atau hanya bermodal pasal-pasal yang tertera dalam undang-undang. Sebab, terwujudnya Kamtibmas bukan dinilai dari berapa banyak jumlah orang yang dijebloskan ke penjara. Tetapi Kamtibmas kondusif, apabila tidak lagi ada orang yang masuk penjara, karena tingkat kesadaran hukum masyarakat sudah tinggi.

Membangun kesadaran hukum masyarakat adalah  sekaligus  upaya menjadikan Polri adalah bagian dari milik masyarakat. Upaya itu efektif apabila Kapolda dan seluruh jajarannya mampu meyakinkan warganya bahwa Polri bekerja profesional, tidak menyakiti hati warganya. Beragam upaya itu harus disertai dengan niat yang tulus, jujur dan empati terhadap kesulitan masyarakat.

Meski belum sempurna, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Iriawan, adalah salah satu sosok perwira tinggi Polri yang memperhatikan kesulitan yang dialami warganya.  Ditengah kesibukan yang menyita waktu, Jenderal Iriawan, dengan tulus memanfaatkan sedikit waktu untuk menemui warga yang menjadi korban kejahatan. Dia juga menyapa pengendara yang sedang bergumul dengan kemacetan lalu lintas Ibukota dan sekitarnya.

“Kehadiran polisi akan memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat,”kata Irjen Iriawan.

Kehadiran Kapolda Iriawan, ditengah keluarga yang sedang mengalami kesulitan atau kesusahan, bukan semata karena tugas dan tanggungjawab. Tetapi diserta dengan rasa saling berbagi untuk mengurangi beban kesulitan. Kapolda Iriawan dengan tulus ikut mengangkat keranda jenazah Italia Chandra korban penembakan pelaku kejahatan di rumahnya kawasan Tangerang.

Ditengah arus lalu lintas padat merayap saat mudik lebaran,Kapolda Metro Jaya Irjen Iriawan menyambangi hampir setiap rest area yang terkena kemacetan. Saat itulah Iriawan menyapa pemudik dan bertanya kabar, tujuan, dan memberikan saran serta harapan agar pemudik selamat dalam perjalanan.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Iriawan blusukan silaturahmi Ramadhan di kolong tol Kampung Rawabebek, RW13, Penjaringan, Jakarta Utara. Iriawan menyapa dan bercengkrama dengan warga maupun anak-anak.Bahkan Iriawan melihat kawasan rel kereta api yang menjadi salah satu lokasi rawan gangguan kamtibmas di Penjaringan. Kapolda Iriawan mendapat sambutan antusias masyarakat setempat. Selain bersalaman, warga juga minta berfoto bersama. Saat itulah Iriawan bercanda dengan seorang nenek pengendara motor.

“Yah, masih kuat Nek bawa motor?” tanya Kapolda Iriawan dan langsung dijawab nenek tersebut, “Rahasianya banyak minum air putih, Pak,” ucapnya seraya tertawa.

Pemimpin seperti Kapolda harus dekat dengan masyarakat khususnya yang sedang mengalami masalah. Kapolda Metro Jaya Irjen Iriawan, mendatangi rumah korban bom Kampung Melayu, Briptu Anumerta Ridho Setiawan di Perumahan Dasana Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
 
Iriawan mengatakan rasa haru dan bangga terhadap orangtua Ridho yang tabah menerima kenyataan anak tercintanya meninggal dalam tugas. “Mereka sangat tabah dengan kepergian putra kesayangannya,” katanya usai bertemu dengan keluarga Ridho.

Humanis, tidak mengurangi ketegasan terhadap kejahatan dan semua potensi yang bisa menjadi ancaman Kamtibmas. Upaya-upaya yang dilakukan Kapolda Irjen Iriawan  untuk  mengajak semua lapisan masyarakat agar bersama memelihara Kamtibmas. Sekaligus pesan kepada seluruh jajarannya agar menjadi polisi yang humanis, mencintai warganya dengan tulus. Dekat dengan masyarakat menjadi cara terbaik untuk mengetahui kesulitan yang dialami warga. O Edison Siahaan


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 17 September 2018
Sabtu, 25 Agustus 2018
Sabtu, 25 Agustus 2018
Senin, 06 Agustus 2018
Jumat, 27 Juli 2018
Rabu, 18 Juli 2018
Rabu, 11 Juli 2018
Jumat, 25 Mei 2018
Selasa, 22 Mei 2018
Senin, 21 Mei 2018
Sabtu, 14 April 2018
Sabtu, 10 Maret 2018