Sabtu, 29 Juli 2017

Dibalik Penjara, Ahok Sumbang Renovasi Air Mancur Monas

Ist.
Beritabatavia.com - AIR mancur menari di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, sudah lama mati suri. Tak ada atraksi air muncrat yang menghibur bagi wisatawan saat menikmati suasana monumen yang dibangun pada era presiden pertama, Soekarno. Tak ada lagi yang selfie ditengah kerlap-kerlip lampu yang mengiringi air menyembur ke atas.

Kerinduan akan pemandangan itu, segera terobati. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang sejak 2009, rusak. Renovasi itu terwujud dari sosok mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini mendekam di penjara karena tuduhan tak mengenakan yakni menista agama.

Meski tinggal di balik jeruji, namun nait untuk membangun ibukota terus ada dibenaknya. Salah satunya ya ingin merenovasi air mancur. Bukan hanya memberikan ide segar, namun juga menyumbungkan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk ikut andil dalam menggerakan sarana objek wisata di Jakarta, yang selama ini terbengkelai.

Kepala UPT Monas, Sabdo Kristiyanto mengaku renovasi air mancur berdasarkan dana patungan dari beberapa donatur. Hal ini untuk mensiasati keterbatasan APBD DKI Jakarta. Juga pengerjaanya dikerjakan secara gotong royong, kerja bakti dengan sebuah harapan bisa segera mengobati kerinduan warga bisa terobati.

Penyumbang, sambung dia, selain UPT Monas juga beberpa nama menjadi donatur diantaranya Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), musisi Addie MS dan pengusaha perangkat sound system, Harry Aprianto Kissowo atau Harry Kiss.

“Total biaya perbaikan Rp400 juta. Sumbangan yang diterima untuk renovasi tidak dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk barang. Addie MS, misalnya menyumbangkan aransemen agu-lagu daerah yang akan digunakan untuk musik pengiring, sedangkan Harry Kiss memberikan perangkat sound system," ungkapnya, kemarin.

Sementara Ahok dan Djarot menyumbangkan alat-alat kelistrikan, seperti panel listrik yang digunakan di air mancur. Dan pengerjaan perbaikan air mancur dilakukan tanpa tenaga ahli.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memastikan proses perbaikan air mancur selesai, sebelum masa jabatannya berakhir pada Oktober 2017. Saat ini renovasi terus dikerjakan, seperti penataan musik pengiring air mancur sedang dilakukan oleh pemprov bersama komposer Adhie MS. “Kita harus menata musik yang pas, yang sesuai dengan irama goyangan air mancur dan pencahayaan,” lontar Djarot.

Juga lagu pengiring air mancur menari di Monas, bukan hanya lagu daerah Betawi, tapi juga lagu dari daerah lain di penjuru nusantara.
“Jadi saya pesan musiknya harus musik daerah nanti di Monas. Jangan hanya musik Betawi doang, Jakarta bukan cuma itu bisa lagu ‘Malam Minggu’ (Benyamin), ‘nonton bioskop’. Apakah Betawi saja? Tidak. Bosen dong masa malam Minggu nonton bioskop mulu. Dari Papua boleh. Ini biar ahlinya saja yang mengerjakan,” pungkas Djarot.

Diharapkan dengan beroperasinya kembali air mancur menari di Monas, dapat mengundang lebih banyak wisatawan baik lokal, nasional juga internasional untuk datang ke Monas yang terbuka secara gratis. o bwo