Kamis, 10 Agustus 2017

Bandar 85 Kg Sabu di Medan Divonis Mati

Ist.
Beritabatavia.com - TERDAKWA M Rizal alias Hasan tertunduk lemas setelah divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatra Utara.  Rizal beserta dua rekannya divonis setelah dinyatakan bersalah atas kasus kepemilikan 85 kilogram sabu dan 50 ribu butir pil ekstasi. Ketua majelis hakim Morgan Simanjuntak mengungkapkan itu saat membacakan vonis di PN Medan, kemarin.

Dua rekan Rizal, yakni M Safa dan Julpriatin, lolos dari hukuman mati. Majelis hakim menghukum Safa dengan 20 tahun penjara. “Terdakwa dibebankan membayar denda sebesar Rp800 juta subsider tiga bulan kurungan penjara. Kulpriatin dihukum penjara seumur hidup. Tidak ada hal bisa meringankan ketiga terdakwa,” kata hakim Morgan.

Atas putusan tersebut, ketiga terdakwa menyatakan banding, sedangkan jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Vonis tersebut lebih tinggi daripada tuntutan jaksa K Sinaga, yakni M Rizal dan Julpriatin, dituntut hukuman seumur hidup, sedangkan M Safa dituntut enam tahun penjara.

Mereka bertiga ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut di kawasan Kabupaten Labuhan Batu Selatan pada 26 Oktober 2016. Dari kendaraan mereka, petugas mendapati delapan jeriken berisi 85 kilogram sabu dan 50 ribu butir ekstasi.

Pengadilan Negeri Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa (8/8) malam, memvonis seumur hidup terhadap warga negara Taiwan Hung Chengning alias Tony Lee yang merupakan pemilik 26,6 kg sabu. Vonis itu dijatuhkan majelis hakim beranggotakan Endi Nurindra, Renni Pitua Ambarita, dan Muhammad Chandra.

Vonis itu lebih rendah daripada tuntutan jaksa yang mengajukan hukuman mati. “Terdakwa terbukti melanggar UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sehingga hakim memutuskan terdakwa dihukum seumur hidup,” ucap Endi.

Chong Chee Kok, WN Malaysia yang menjadi terdakwa dalam kepemilikan 31,6 kg sabu dan 1.988 butir pil ekstasi, meminta tidak dijatuhi hukuman mati oleh PN Putussibau, Kalimantan Barat. “Sidang pleidoi terdakwa minta tidak dihukum mati,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Kalbar, Rudy. o mio
Berita Terpopuler
Jumat, 11 Agustus 2017