Senin, 21 Agustus 2017

Sosok Jenderal Puji Yang Sarat Pengalaman & Tetap Rendah Hati

Ist.
Beritabatavia.com - Aktor penting dibalik  kesuksesan pemerintah mewujudkan keamanan,keselamatan,ketertiban  kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) saat musim mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 2017 lalu, mendadak mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjenhubdar) Kementerian Perhubungan RI. Terhitung Senin 21 Agustus 2017, Inspektur Jenderal (Irjen) Purnawirawan, Puji Hartanto Iskandar, secara resmi tidak lagi menjabat  Dirjenhubdar yang dipercayakan kepadanya sejak 7 April 2016 silam.

Agar tidak menuai pertanyaan, atas pengunduran dirinya sebagai Dirjenhubdar,Kemenhub RI. Puji Hartanto Iskandar lulusan AKPOL 1982 memberikan penjelasan, bahwa tidak ada permasalahan yang mendorong dirinya mengundurkan diri. “Usia saya sudah 58 tahun, saya sudah Purnawira Pati Polri dan sudah ikut diwisuda.  Saya sadar dan paham akan hal itu, semua itu Allah Swt yang memberi, kini saatnya saya harus menerima kenyataan itu dan berani mengambil sikap, untuk itu dengan  segala kerendahan hati saya mengajukan pensiun dini tidak memperpanjang tugas di Kementerian Perhubungan...Alhamdulillah Allah Swt mengabulkan sesuai SK Presiden tanggal 8 Agustus 2017. Saya menghaturkan terimakasih selama ini atas kerja sama yang luar biasa dan   mohon maaf lahir bathin atas kekurangan saya, kadang ada tutur kata yang tidak pas, mohon doa restunya,” tutur pria kelahiran Bogor 24 Agustus 1959 silam ini.

Puji Hartanto Iskandar adalah sosok perwira tinggi Polri yang sarat dengan pengalaman, dan sukses melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, namun tetap rendah hati. Sejumlah jabatan yang dipercayakan dilaksanakan dengan baik dan mendapat apresiasi dari pimpinan, maupun masyarakat. Ajudan Wapres 2001-2004, Kapolda Kepri,Kakorlantas Polri, Gubernur AKPOL, Kapolda Sulsel, hingga Dirjenhubdar adalah deretan tugas dan tanggungjawab yang sukses dilaksanakannya.
 
Pengunduran diri Puji Hartanto sarat dengan pergulatan. Sebab, dalam ketentuannya, pejabat eselon I baru pensiun di usia 60 tahun. Sementara Puji Hartanto masih berusia 58 tahun, meskipun sudah pensiun sebagai anggota Polri dengan pangkat jenderal bintang dua.

Sebagai perwira tinggi Polri yang memiliki integritas, Puji Hartanto tetap menyeleraskan ucapan dengan perbuatan.  Sehingga, mantan Kakorlantas Polri itu, sudah memutuskan pensiun dini pada Juni 2017 lalu. Namun, surat pensiunnya baru resmi diterima Kemenhub tepat pada tanggal 8 Agustus 2017.

Pudji Hartanto mengungkapkan, pada saat dirinya mengajukan pensiun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta dirinya untuk menyelesaikan masa baktinya sebagai Dirjen Perhubungan Darat hingga usianya menginjak  60 tahun atau tepat pada tahun 2019.

Tetapi, Puji Hartanto dengan kerendahan hati menolak , permintaan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Puji Hartanto mengakui, keputusannya murni keinginan dari lubuk hatinya yang terdalam. Dirinya tahu itu bukan keputusan mudah.
Puji Hartanto kemudian meminta izin kepada Menteri Budi Karya untuk  pergi umrah. Di tanah suci, Puji Hartanto meminta Allah memberikan petunjuk atas keputusannya untuk pensiun dini sebagai Dirjenhubdar Kemenhub.

"Jadi selama disana saya Shalat. Nah, bisikannya Allah itu, ya sudah memang saya harus tetap mengajukan pensiun dini, di usia 58,” ujar Puji Hartanto.

Tidak hanya itu, Puji Hartanto juga berkonsultasi dengan Kiai yang ia percaya. Namun apa daya, keputusan untuk pensiun dini memang harus dilakukan.

"Ternyata hasilnya juga tetap harus pensiun disini. Nah disitulah saya ambil keputusan saya ambil surat kepada pak menteri," tuturnya.

Namun, Menteri Budi Karya, belum juga mengambulkan permohonan pensiun dini yang disampaikan Puji Hartanto. Hingga empat hari kemudian, Puji Hartanto bertemu kembali dengan Menteri Budi Karya yang juga mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II itu.

Dari pertemuan tersebut, ada lampu hijau yang diberikan oleh Budi Karya. Dia akhirnya luluh dan setuju untuk memproses surat pengunduran dirinya.

"Beliau bilang akan saya proses bahwa nanti setelah lebaran.  Tapi saya galau lagi, waduh pak, kalau setelah lebaran, iya, kalau setelah lebaran itu sukses. Lho itu beban bagi saya itu, artinya kan saya nanti kalau seandainya enggak sukses, saya tetap pensiun apa kata dunia," kata Puji.

Namun, Puji mencoba melupakan itu dan fokus bekerja lagi. Setelah lebaran usai, dirinya kembali dipanggil oleh Budi Karya Sumadi dan memintai keterangan secara detil. Hingga kemudian Menteri Budi Karya menerima pengunduran Puji Hartanto pada 8 Agustus 2017, dan resmi tidak lagi bertugas sebagai Dirjenhubdar pada Senin 21 Agustus 2017.

Puji Hartanto bersyukur keputusannya untuk mundur disetujui oleh Budi Karya. Puji Hartanto mengakui keputusannya tidak menimbulkan guncangan apapun terhadap dirinya. Puji juga  mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Perhubungan dan Kepolisian. Puji yakin mengabdi untuk bangsa dan Negara tidak mengenal waktu dan tempat.

Pengunduran diri Irjen (pur) Puji Hartanto Iskandar, merupakan potret seorang Jenderal yang memiliki integritas dengan sederet prestasi dan religius serta rendah hati. Semoga sosok Jenderal Puji Hartanto Iskandar menjadi potret yang tetap terukir indah dalam bingkai Negara kesatuan republik Indonesia. O Edison Siahaan


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 22 Oktober 2016
Jumat, 30 September 2016
Sabtu, 24 September 2016
Sabtu, 17 September 2016
Minggu, 28 Agustus 2016
Rabu, 24 Agustus 2016
Jumat, 19 Agustus 2016
Senin, 15 Agustus 2016