Sabtu, 02 September 2017

Cerdas Melawan Hoax

Ist.
Beritabatavia.com - Hoax ! Selain dituding sebagai sumber keresahan dan kegaduhan, Hoax juga dijadikan seperti mahluk atau  benda yang harus dibasmi hingga hilang dari permukaan bumi ini. Anehnya, Hoax semakin popular, bahkan menjadi topik menarik dalam setiap perbincangan hampir di semua kalangan masyarakat.

Berdasarkan catatan sejarah, istilah Hoax diperkirakan muncul sekitar tahun 1808. Artinya, Hoax sudah hidup bersama masyarakat diberbagai belahan dunia ini, sejak ratusan tahun silam. Sebuah buku berjudul Sins Against Science karya Linda Walsh yang terbit pada era 1965 an sudah menulis tentang Hoax. Kata Hoax juga diyakini berasal dari mantra para penyihir pada jaman dulu, yaitu "Hocus Pocus" bahasa latin, yakni "Hoc est corpus", untuk memperdaya orang lain.

Menurut Wikipedia, Hoax didefinisikan adalah , sebuah upaya lewat pemberitaan palsu  untuk  menipu atau mengakali pembaca atau pendengarnya agar mempercayai sesuatu. Lebih rinci, penjelasan mengenai Hoax dapat ditemukan dalam sebuah buku berjudul Candle in the dark karya Thomas ady.

Hoax kembali populer pada tahun 2006, lewat sebuah film berjudul Hoax dibintangi Richard Gere dengan sutradara Lasse Halstrom. Film Hoax diambil dari sebuah Novel bertajuk Hoax karya Clifford Irving. Namun, ditengah proses pembuatan film tersebut, Clifford menyatakan mundur dan tidak lagi terlibat dalam pembuatan film Hoax, karena isi film itu jauh melenceng dari isi novelnya. Sejak saat itu, film Hoax dikenal sebagai suatu film yang banyak berisikan tentang kebohongan-kebohongan, kemudian   Hoax digunakan untuk menggambarkan suatu berita bohong.

Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi berbasis internet, disusul munculnya media sosial.   Hoax alias berita bohong semakin tak terbendung, bahkan lebih populer. Hanya dalam waktu sekejap, Hoax menyeruak masuk ke sendi kehidupan masyarakat. Padahal, Hoax potensi memicu keresahan bahkan kagaduhan masyarakat yang bisa menjadi ancaman kamtibmas.

Sehingga semua pihak memusuhi,memerangi,memberantas dan imbauan agar tidak mudah menerima Hoax. Perangkat hukum berupa aturan disiapkan untuk mencegah berkembangnya Hoax. Tetapi Hoax tetap berkibar, sebaliknya kita seperti  kehilangan asa untuk memberantas Hoax.

Dalam berbagai forum diskusi Hoax dijadikan topik pembahasan. Namun, belum juga menemukan solusi efektif menangkal penyebab mengapa Hoax tumbuh dan semakin berkembang dan leluasa menyeruak ke dalam kehidupan masyarakat. Justru, yang mencuat terkadang perbedaan sikap dan pandangan terhadap Hoax. Bahkan tanpa disadari para peserta diskusi justru ikut menyebarkan Hoax. Sehingga Hoax semakin popular, meluas dan merajalela,liar tak terkendali.
 
Sementara kita alpa, Hoax sudah dijadikan alat oleh orang tua untuk menenangkan anak-anaknya saat sejak usia lima tahun. Juga lupa,begitu banyak Hoax yang menyertai proses kehidupan hingga dewasa. Kita kurang peduli dan membiarkan maraknya media yang mempublikasikan produk yang sarat kebohongan. Kita harus ingat 350 tahun  Indonesia di jajah karena kebodohan. Lalu kemerdekaan kita raih setelah hadir sejumlah pemuda cerdas yang berpendidikan.
 
Rocky Gerung dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada 29 Agustus 2017 lalu, menggugah dengan mengatakan upaya efektif melawan Hoax adalah kecerdasan menggunakan logika berfikir yang sehat. Substansinya, bukan siapa yang menyampaikan, tetapi apa makna yang diucapkan, adalah wujud sebuah logika berfikir yang cerdas dan sehat. Urgensi yang disampaikan Rocky Gerung adalah pentingnya pendidikan untuk membangun manusia yang cerdas,berkualitas sehingga mampu menggunakan logika berfikir yang sehat.
 
Hoax merupakan produk manusia yang sudah hidup bersama sejak ratusan tahun silam. Hoax akan tetap popular ditengah kehidupan masyarakat yang tingkat kecerdasannya masih rendah. Tetapi Hoax menjadi tidak bermanfaat, apabila masyarakat sudah cerdas dan mampu berfikir dengan logika yang sehat.

Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan manusia cerdas yang memiliki kemampuan menggunakan logika berfikir yang sehat,adalah imunisasi yang efektif untuk mencegah Hoax dan berbagai potensi ancaman lainnya. Membangun bangsa menjadi cerdas dan berkualitas harus diawali dengan pembangunan pendidikan yang berkualitas. Seperti pesan dalam bait lagu kebangsaan Indonesia Raya “Bangunlah jiwanya,bangunlah badannya”. Apakah pemerintah dan kita semua sudah cerdas dan mampu menggunakan logika berfikir yang sehat ? O Edison Siahaan
  

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Jumat, 30 Juni 2017
Sabtu, 17 Juni 2017
Kamis, 08 Juni 2017
Jumat, 02 Juni 2017
Senin, 29 Mei 2017
Jumat, 26 Mei 2017
Minggu, 21 Mei 2017
Minggu, 30 April 2017
Sabtu, 22 April 2017
Kamis, 16 Maret 2017