Senin, 11 September 2017

RPTRA Krekot Resahkan Warga, Gubernur Cuek

Ist.
Beritabatavia.com - Sejatinya, dipenghujung masa jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat, hendaknya tetap konsisten melakukan pengawasan terhadap kinerja seluruh jajarannya dan mendengar serta menindaklanjuti keluhan maupun laporan warganya.

Sayangnya, harapan itu tidak lagi tampak dari sosok Djarot Syaiful Hidayat yang akan tinggal menghitung hari lengser dari jabatannya. Justru gubernur cuek, meskipun warga sudah mengirimkan sejumlah informasi dan laporan melalui WA.Seperti yang dialami warga Rt02Rw07 Komplek Pertokoan Krekot Jaya Molek,Pasarbaru,Jakarta Pusat yang menjadi korban akibat pembangunan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di  Rt02 Rw07 Komplek Pertokoan Krekot Jaya Molek,Pasarbaru,Jakarta Pusat. 
 
Saat ini, puluhan warga mengaku semakin resah, akibat pengerjaan proyek yang hanya berjarak tiga meter dari pintu rumah mereka masih berlangsung hingga pukul 22.30. Bahkan, setelah pemagaran lokasi dengan menggunakan seng, sudah dua kali terjadi pencurian kaca spion kendaraan milik warga.

“ Puluhan tahun tidak pernah terjadi pencurian, tetapi setelah proyek ini sudah dua kali kaca spion mobil yang dicuri, komplek Krekot sudah tidak aman lagi, “ kata seorang warga yang mengaku sudah 20 tahun tinggal di komplek pertokoan Krekot Jaya Molek, Minggu (10/9) malam.

Sebelumnya, 25 warga  Rt02Rw07 Komplek Pertokoan Krekot Jaya Molek, Pasarbaru,Jakarta Pusat telah menandatangani surat penolakan pembangunan RPTRA di wilayah mereka. Bahkan surat yang ditembuskan kepada Ketua DPRD DKI dan sejumlah instansi terkait sudah dilayangkan kepada Gubernur Djarot Syaiful Hidayat pada 14 Agustus 2017 lalu.

Sayangnya, hingga proyek berjalan, Gubernur DKI tidak juga merespon surat warga. Justru Gubernur Djarot menuding   ada oknum yang bermain untuk menolak pembangunan RPTRA di Rt02Rw07 komplek Pertokoan Krekot Jaya Molek, Pasarbaru, Jakarta Pusat.

Warga menilai, Gubernur Djarot tidak lagi menggubris surat warga, justru seakan mendukung tindakan semena-mena yang dipertontonkan secara terbuka oleh aparat Pemprov DKI dari mulai tingkat RW hingga Gubernur.

Sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek RPTRA di Rt02Rw07, komplek Pertokoan Krekot Jaya Molek sudah dijelaskan warga dalam surat yang dikirimkan ke Gubernur Djarot Syaiful Hidayat. Dalam surat warga disebutkan,  bahwa pembangunan RPTRA yang menggunakan APBD DKI itu bukan berada di kawasan pemukiman. Meskipun ada beberapa warga yang tinggal dikawasan tersebut. Kemudian, status lahannya masih milik pengembang, sehingga potensi menimbulkan permasalahan hingga gugatan hukum. Lokasi RPTRA hanya memiliki dua akses pintu masuk dan keluar yang sehari-hari di jaga oleh petugas keamanan komplek pertokoan Krekot Jaya Molek. Bahkan, pada pukul 18.00 kawasan ini sudah tidak ada lagi aktifitas,sehingga petugas keamanan komplek hanya membuka satu pintu gerbang saja. Warga khawatir karena RPTRA tersebut potensi menimbulkan keresahan, bahkan gangguan Kamtibmas, sebab warga manapun akan bebas beraktifitas di  RPTRA tersebut. O son