Minggu, 01 Oktober 2017

Mangkrak 21 Tahun, Tol Becakayu Ujicoba Oktober 2017

Ist.
Beritabatavia.com - KABAR gembira buat warga Bekasi. Setelah mangkrak se;ama 21 tahun, kini Tol Layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang pembangunannya sudah dimulai sejak 1996 bakal beroperasi secara ujicoba rencana akhir Oktober 2017.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna menyampaikan, meski pengerjaan keseluruhan proyek jalan layang tol sepanjang 21,04 kilometer tersebut belum rampung, seksi 1B ruas Cipinang Melayu-Pangkalan Jati dan seksi 1C ruas Pangkalan Jati-Jaka Sampurna sudah bisa dioperasikan.

“Tinggal cek kondisi aspal jalan, yang lainnya sudah lengkap. Sejumlah sarana sudah terpasang dimulai dari Kampung Melayu hingga Jaka Sampurna. Rambu jalan dan lampu penerangan sudah terpasang," papar Herry dalam keterangan tertulis, Ahad (01/10).

Namun, pengoperasian ruas tol itu masih menunggu instruksi dari Kementerian PU-Pera. “Kita tunggu dulu instruksi dari menteri. Namun, pengerjaan sudah hampir selesai,” kata dia.

Soal tarif, Herry mengaku masih membahas hal itu dengan pihak terkit. Namun, ia memberi sinyal tarif Tol Becakayu akan lebih mahal daripada tarif Tol Jakarta-Cikampek atau Tol Dalam Kota. Alasannya, tarif yang akan ditetapkan akan mengikuti eskalasi penetapan tarif terbaru.

Sedianya, jalur tersebut direncanakan akan difungsikan sebagai jalur alternatif pada musim mudik Lebaran lalu. ­Tujuannya untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Kali Malang menuju Jalan KH Noer Ali, Bekasi. Namun, rencana itu urung diwujudkan karena masih banyaknya sarana yang belum terpasang.

Berdasarkan rencana kerja yang sudah dibuat, pembangunan Tol Becakayu trase pertama sepanjang 11 km terbagi menjadi tiga seksi, di antaranya seksi 1A ruas Casablanca-Cipinang Melayu, seksi 1B ruas Cipinang Melayu-Pangkalan Jati, dan seksi 1C ruas Pangkalan Jati-Jaka Sampurna. Dari ketiga seksi tersebut, baru dua seksi yang rampung lebih awal.

Data Kementerian PU-Pera mencatat progres pembangunan seksi 1B dan 1C saat ini sudah mencapai 95%. Sementara untuk seksi 1A, diperkirakan baru rampung pada Maret 2018. Untuk trase kedua, rencananya menghubungkan Jaka Sampurna-Durenjaya sepanjang 10,04 km.

Dengan demikian, panjang tol layang yang menghubungkan Kota Bekasi dengan Jakarta itu mencapai 21,04 km. Nilai ­investasi dari pembangunan tol itu mencapai Rp7,2 triliun dengan tiap-tiap tahap menelan investasi sebesar Rp3,6 triliun. o mio