Sabtu, 07 Oktober 2017

Hindari Pajak, Dana Rp18,9 T Milik Nasabah Indonesia Dipindahkann

Ist.
Beritabatavia.com - Regulator di Asia dan Eropa tengah menyelidiki Bank Standard Chartered mengenai transfer dana sebesar USD 1,4 miliar atau sekitar Rp 18,9 triliun oleh nasabah mereka yang berkaitan dengan militer Indonesia. Nasabah tersebut memindahkan uangnya dari Guernsey (Inggris) ke Singapura. Guernsey sendiri selama ini terkenal dengan surga pajak di luar negeri.

Standard Chartered memang berbasis di London, namun sebagian besar bisnisnya berada di Asia. Perbankan juga tengah melakukan penyelidikan internal atas transaksi tersebut dan melaporkannya sendiri ke pihak regulator.

Pengalihan dana ke Singapura dari rekening di Guernsey dilakukan pada paruh kedua tahun 2015, dan pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News. Kejadian ini terjadi persis sebelum Guernsey mengeluarkan aturan untuk meningkatkan transparansi nasabah atau Standar Pelaporan Umum pada awal 2016. Demikian dikutip dari Newyork Times di Jakarta, Sabtu (7/10).

Standard Chartered menghentikan operasionalnya di Guernsey tahun lalu karena berhubungan dengan otonomi keuangan dan politik daerah setempat. Juru bicara Standard Chartered maupun regulator menolak berkomentar mengenai masalah ini.

Regulator hanya menyarankan agar pegawai bank tidak berkolusi dengan nasabah untuk menghindari pajak. Namun belum ada kepastian kasus ini apakah ada kongkalikong karyawan bank dengan nasabah untuk menghindari pajak. o NYT