Selasa, 10 Oktober 2017

Transfer Rp18,9 T Via Standard Chartered, 81 WNI Hindari Pajak

Ist.
Beritabatavia.com - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan mengungkapkan asal transfer dana milik WNI dari Standard Chartered Plc sebesar USD1,4 miliar atau sekitar Rp18,9 triliun (kurs Rp13.500) ke Singapura yang diduga untuk mengindari pajak. Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi mengungkapkan, ada 81 WNI yang melakukan transfer.

Ditjen Pajak mengutarakan pihaknya mendapatkan laporan aliran duit tersebut pertama kali dari hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang disampaikan kepada Menteri Keuangan beberapa bulan lalu.

Menurut Ken, dari data hasil analisis tersebut ditemukan adanya transfer dana yang berasal dari 81 WNI nasabah Standard Chartered.
Dalam menyikapi hal tersebut, Dirjen Pajak tetap memperhatikan UU Perpajakan Pasal 34 dan UU 11/2016 tentang  pasal 21 tentang Tax Amnesty.

"Memang ada beberapa warga Indonesia di luar negeri melakukan aktifitas transfer aset senilai USD 1,4 miliar atau setara dengan Rp18,9 triliun ke penyedia jasa di Singapura," papar Dirjen Pajak dalam keterangan tertulis, Selasa (10/10/2017).

Dari kondisi itu, lanjut dia, dengan memperhatikan kerahasiaan wajib pajak, pihaknya menyampaikan data tersebut diperoleh dari PPATK melalui Kementrian Keuangan dalam rangka meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

"Dalam data terdapat 81 warga negara Indonesia dengan nilai data USD 1,4 miliar. Jadi ini saya tegaskan bukan satu orang seperti yang diberitakan. Jumlah sebanyak 81 orang," tegasnya sambil menambahkan identitas 81 orang belum bisa dipublikasikan untuk umum.

Hanya saja, lanjut Ken, setelah dilakukan penelitian bahwa diketahui sebanyak 62 orang telah mengikuti Tax Amnesty. Saat ini sedang dilakukan pendalaman atas data tersebut dan koordinasi dengan PPATK. Hal itu sudah sudah dilakukan sejak 2 bulan lalu. o rls