Rabu, 11 Oktober 2017

Kadin: Pengembangan Infrastruktur Maritim Sangat Minim

Ist.
Beritabatavia.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai pengembangan infrastruktur maritim di Indonesia masih sangat minim. Padahal, Indonesia memiliki wilayah teritorial kemaritiman empat kali luas wilayah daratnya. Misalnya proyek pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Bitung, pelabuhan di Jawa Barat. Padahal, Indonesia membutuhkan penguatan konektivitas antar dan dalam pulau.

"Infrastruktur yang terintegrasi antara laut, udara dan darat sangat dibutuhkan untuk pembangunan yang berkrlanjutan, selain pembenahan di sektor pendukungnya seperti pelayanan publik dan administrasi yang efisien, termasuk layanan bea dan cukai serta keimigrasian yang mumpun," papar Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani disela acara Indonesia Transport, Logistics & Maritime Week (ITLMW) 2017 di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Namun demikian, Kadin sangat mengapresiasi rancangan kerja periode 2014 hingga 2019 pemerintahan Jokowi, yang berkomitmen mengalokasikan Rp 5,500 triliun untuk akselarasi infrastruktur dan konektivitas. Sayangnya saat ini pengembangan infrastruktur masih belum merata.

Untuk itu, Kadin berharap, ajang pameran Indonesia Transport, Logistics and Maritime Week (ITLMW) 2017 dapat menjadi tempat para pelaku industri baik lokal maupun internasional dapat berkumpul untuk membahas isu, jaringan, strategi serta menciptakan peluang bisnis baru. "Kami juga optimis forum ini dapat menjadi salah satu ajang untuk melakukan kampanye pemasaran yang efektif," katanya.

Selain itu, ajang ITLMW 2017 diharapkan memberikan pandangan dan wawasan mengenai pentingnya pengembangan sistem logistik nasional yang terintegrasi, menjadi ajang networking dan memberikan informasi serta pengetahuan terkini mengenai industri Transportasi, Logistik dan Maritim di Indonesia.

"Pameran dan konferensi ini didedikasikan untuk sektor transportasi, logistik & maritim yang diharapkan dapat melayani seluruh pelaku industri, penyediaan jasa dan pemasok barang komoditas," ujarnya. o lil






Berita Terpopuler
Rabu, 13 Desember 2017