Jumat, 20 Oktober 2017

Ustad Yusuf Mansur Dilaporkan Menipu

Ist.
Beritabatavia.com - Kepolisian Resor Kota Bogor Kota akan melimpahkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi usaha patungan pendirian hotel dan apartemen haji-umrah dengan terlapor Komisaris PayTren Yusuf Mansur ke Kepolisian Resor Bogor. Pelimpahan itu dilakukan karena lokasi penyetoran uang yang dilakukan korban, Yuni Astuti, 37 tahun, berada di Kabupaten Bogor.

"Kasusnya dengan terlapor YM, akan kami limpahkan ke Polres Bogor," kata Kepala Kesatuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota Ajun Komisaris Ahmad Choiruddin, Jumat, (20/10/2017).

Dia mengatakan tempat kejadian perkara (TKP) kasus dugaan penipuan ini termasuk wilayah Kabupaten Bogor. "Pelapor melakukan pengiriman uang yang dimaksud untuk investasi ke rekening YM dengan cara transfer melalui ATM Bank Mandiri di Kampus IPB Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor," tuturnya.

Berdasarkan laporan dari Yuni Astuti, warga asal Selobantar, Desa Trimurti, Kecamatan Serandakan, pengiriman uang Rp 12 juta dilakukan pada saat dia masih berstatus sebagai mahasiswa di IPB, yang kampusnya di Dramaga. "Kampus IPB Dramaga itu bukan wilayah Kota Bogor, melainkan Kabupaten Bogor. Bukan wilayah hukum kami, melainkan Polres Bogor," kata Choiruddin.

Dia mengatakan penyidiknya akan berkoordinasi dengan penyidik Reserse Kriminal Polres Bogor untuk melimpahkan kasusnya. "Kami akan berkoordinasi dengan penyidik Polres Bogor karena berkasnya akan kami limpahkan ke sana."

Kuasa hukum Yuni Astuti, 37 tahun, Rachmat Kusuma Siregar, mengatakan klienya melaporkan Yusuf Mansur karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan dalam investasi patungan bersama pembangunan hotel dan apartemen haji-umrah. "Dalam kasus ini terlapor dijerat dengan Pasal 378 tentang Penipuan serta Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan hukuman maksimal empat tahun penjara," tuturnya.

Laporan dibuat pada 17 Oktober 2017. Penipuan dan penggelapan ini berawal tahun 2013. Saat itu Yuni masih tercatat sebagai mahasiawa IPB. Ia sering mengikuti pengajian yang digelar Yusuf Mansur secara online. "Klien saya tertarik setelah membaca investasi usaha patungan melalui website www.yusufmansur.com. Investor dijanjikan mendapat keuntungan 8 persen per tahun." jelasnya.

Pada 11 Maret 2013, Yuni mendaftar program itu dan menyetorkan dana Rp 12 juta. Dana itu ditransfer melalui ATM Bank Mandiri di area kampus IPB Dramaga. "Langsung ke nomor rekening Yusuf Mansur," kata Rachmat.

Setelah dana dikirim, Yuni membuka website www.yusufmansur.com dan melihat namanya tercantum sebagai investor dalam program itu. "Klien saya sudah berkomunikasi langsung dengan Yusuf Mansur dan akan mendapat sertifikat investasi," ujar Rachmat.

Setelah berjalan beberapa tahun, Yuni belum sekali pun menerima keuntungan yang dijanjikan. Ia baru menyadari telah tertipu setelah situs www.yusufmansur.com tidak bisa diakses lagi.  "Dari 2013 hingga 2017tidak ada ada kepastian, akhirnya klien saya melapor ke polisi,"  kata Rachmat. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Yusuf Mansur ihwal tuduhan itu. o tmo