Sabtu, 21 Oktober 2017

BI: Oktober, Modal Asing Mulai Mengalir Deras

Ist.
Beritabatavia.com - Bank Indonesia (BI) menyebut jumlah aliran dana asing yang masuk (capital inflow) hingga Oktober 2017 sudah mencapai Rp130 triliun, atau setara dengan aliran modal sepanjang 2016.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengemukakan, dana itu masuk melalui instrumen investasi Surat Utang Negara (SUN), pasar modal, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Sedangkan investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) tidak termasuk.

Sejatinya, lanjut Agus, aliran modal asing tersebut ditopang oleh kepercayaan investor atas kondisi perekonomian yang terbilang positif tahun ini. Salah satunya bisa terlihat dari nilai tukar rupiah yang stabil di kisaran Rp13.500 per dolar AS.

"Pada 2016 rupiah terapresiasi 2,25 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rata-rata stabil rupiah di 2016-2017, ini baik untuk membangun ekonomi dan iklim investasi yang baik," papar Agus.

Tak hanya itu, cadangan devisa (cadev) pada September kemarin juga menjadi indikator positif. Tercatat, cadev Indonesia mencapai US$129,4 miliar. Angka ini terbilang rekor tertingi sepanjang sejarah.

Kendati demikian, aliran dana yang mengalir keluar juga meningkat. Pasalnya, investasi asing yang masuk ke Indonesia turut mengangkut dividen ke luar negeri. Banyak juga yang melakukan pembayaran ke luar negeri karena memiliki asuransi asing.

"Ada juga neraca jasa yang defisitnya besar, karena barang lebih banyak gunakan jasa transportasi dan asuransi dari asing maka banyak lakukan pembayaran ke luar negeri," jelas dia.

Sementara itu, indikator positif lainnya bisa dilihat dari inflasi September sebesar 0,13 persen secara bulanan dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga di angka 5,01 persen. "Inflasi yang kemarin rendah, terutama saat lebaran saya apresiasi karena peran dari kepolisian tinggi sekali," ujar Agus.

Namun, tingginya capital inflow ini nyatanya terjadi di tengah maraknya aksi jual pelaku pasar asing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika dilihat sejak awal tahun hingga perdagangan kemarin (19/10) atau secara year to date (ytd) jumlahnya mencapai Rp18,93 triliun.  o lil