Minggu, 29 Oktober 2017

Transjakarta Kaji Biaya Operasional Bus Listrik

Ist.
Beritabatavia.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengaku tengah mengkaji biaya operasional bus listrik untuk menakar efisiensinya dibandingkan bus berbahan bakar minyak. Bila terbukti bisa lebih efisien, maka perseroan tak perlu menurunkan kualitas fasilitas yang diberikan ke penumpang.

"Tim desain harus berjuang untuk ke arah sana," ujar Daud Joseph, Direktur Operasional Transjakarta, Minggu (29/10).

Bahkan, bila biaya operasioal bisa lebih murah, maka pemerintah tidak perlu lagi memberikan subsidi kepada Transjakarta. Seperti diketahui, dengan harga jual tiket Rp3.500, manajemen masih ditomboki oleh pemerintah. "Dengan bus listrik, dari sisi biaya operasionalnya, maka Transjakarta bisa mandiri, jika biaya operasional rendah," terang dia.

Namun begitu, sebenarnya masih ada beberapa hambatan untuk beralih menjadi bus listrik. Misalnya, asumsi jika bus listrik akan memakan biaya tinggi dari segi produksi dan biaya operasional. "Itu asumsi lama, bus listrik mahal. Kalau dengan teknologi baru, harga sudah kompetitif," jelasnya.

Harga bus listrik jaman dulu bisa sampai dua kali lipat dari harga bus berbahan bakar minyak. Selain itu, juga ada beberapa pendapat yang masih mempertanyakan mengenai tingkat keamanan dari bus listrik, seperti korsleting.

Terkait kesiapan Transjakarta, Daud mengaku, manajemen masih terus melakukan studi secara komprehensif untuk mendapatkan data pasti mengenai biaya operasional dan tingkat keamanan serta kenyamanan. "Kalau infrastrukturnya kami kan selama ini masih pakai bahan bakar minyak. Jadi, belum ada yang untuk listrik. Kan butuh, seperti charge station," pungkasnya. o cio