Senin, 06 November 2017

5 Hari Operasi Zebra: Disiplin Berlalulintas Masih Rendah

Ist.
Beritabatavia.com - MAKIN banyaknya pengendara yang terjaring Operasi Zebra 2017 menunjukkan masih rendahnya disiplin masyarakat dalam berlalulintas. Selama lima hari digelar operasi, tercatat 49.029 pengendara yang terkena razia. Dari total 49.029 kendaraan yang ditilang tersebut diperoleh rincian 44.574 kendaraan dikenakan tilang sedangkan sisanya sebanyak 4.455 hanya mendapat teguran.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra,  mengatakan  dari puluhan ribu pelanggar masih didominasi oleh kendaran roda dua atau sepeda motor sebanyak 29.832, disusul mobil penumpang 11.666, kemudian mobil barang 2.549, dan mobil bus 572.

Pelanggaran terbanyak yang dilanggat oleh pengendaran sepeda motor adalah melawan arus dengan total 5.837 pengendara, kemudian melanggar rambu berhenti atau parkir sebanyak 4.917, dan melanggar marka berhenti 4.478 pengendara.

Sementara untuk roda empat atau lebih, paling banyak melakukan pelanggaran rambu berhenti dan parkir tercatat ada 3.165 kendaraan, disusul pelanggaran marka berhenti 2.292, dan kendaraan dengan muatan berlebih sebanyak 1.698. “Jika dibandingkan tahun sebelumnya pada 2016 ada kenaikan sebesar 45 persen dimana ada 33,930 kami tilang saat lima hari menggelar Operasi Zebra,” kata Halim saat dikomfirmasi, Senin, (6/11/2017).

Menurut Halim, pelanggar lalu lintas yang terjaring Operasi Zebra 2017 paling banyak dilakukan oleh pengemudi yang berstatus sebagai karyawan swasta dengan jumlah 27.657, ke-dua adalah sopir pribadi sebanyak 6.995, dan pelajar atau mahasiswa 6.218 pelanggar.

Para pelanggar rata-rata berusia antara 31 tahun sampai 35 tahun yang tercatat ada 11.276 orang. Sedangkan usia 36-40 sebanyak 10.058, dan usia pelanggar 26 sampai 30 tahun ada 7.778 pelanggar. “Meskipun masih ada juga pelanggar yang sudah berusia paruh baya tercatat dari usia 56 sampai 60 tahun itu ada 2.133 pelanggar,” tandasnya.

Sementara Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, pelanggar terbanyak didominasi oleh kendaraan roda dua karena hingga saat ini mayoritas pengguna jalan adalah sepeda motor. “Jumlah pelanggaran itu 70 persen roda dua,” kata Budiyanto.

Selain itu, pengendara motor juga penyumbang terbanyak insiden kecelakaan lalu lintas dijalan dengan presentase 70 persen dibanding kendaraan lain. “Sepeda motor pertama, didesain bukan untuk kecepatan tinggi. Bukan untuk jarak jauh,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Operasi Zebra kali ini digelar selama dua pekan terhitung sejak tanggal 1 hingga 14 November 2017. Razia kendaraan ini digelar serentak di seluruh Indonesia. o day