Kamis, 09 November 2017

Kelompok Bersenjata di Papua Menjarah hingga Perkosa Warga

Ist.
Beritabatavia.com - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali melakukan aksinya di sekitar Kimberly hingga Banti, Distrik Tembagapura, Jayapura. Selain melarang warga beraktifitas di luar kampung, mereka juga melakukan kekerasan terhadap warga.

“Kelompok bersenjata ini sudah melakukan berbagai kejahatan, seperti merampas harta benda, menjarah ya, termasuk ada beberapa waktu lalu itu melakukan pemerkosaan,” kata Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar, seperti dilansir laman Metrotvnews.com, Kamis (9/11/2017).

Menurut Boy Rafli, penyaderaan terhadap warga telah dilakukan selama dua hari. Namun, tidak kejahatan lainnya sudah terjadi seminggu terakhir. Minggu lalu, lanjut Boy Rafli, kelompok ini juga menembaki mobil ambulans yang sedang membawa seorang ibu yang baru melahirkan.

Ia menambahkan, KKB tersebut merupakan kelompok yang telah lama diincar kepolisian. Mereka juga merupakan kelompok yang menembak mati seorang anggota Brimob, Briptu Berry Permana Putra di Kampung Banti 1, Tembagapura pada 21 Oktober lalu.

“Sudah, ini sudah pekerjaan lama, ini bukan pekerjaan baru. Mereka ini sudah lama menembak-menembak petugas, (menembak) karyawan Freeport, ini dia orangnya,” imbuh dia.

Kepolisian pun terus melakukan pengejaran. Beberapa anggota kelompok tersebut juga berhasil dilumpuhkan petugas dalam pengejaran sebelumnya. “Sudah ada beberapa yang ditindak. Sudah ada beberapa tembak-tembakan, sudah enggak bisa dihitung (pengejaran oleh polisi),” jelas Boy Rafli.

Lebih dari seribu warga yang bermukim di sekitar Kimberly hingga Banti, Distrik Tembagapura, Jayapura, Papua disandera oleh KKB. Aksi ini dilakukan di dalam kampung mereka sendiri dan sudah berlangsung dua hari.

Boy Rafli menjelaskan, kendati warga dapat berativitas seperti biasa, namun kegiatan tersebut dibatasi. Pasalnya, warga dilarang meninggalkan kampung meskipun banyak di antara mereka yang bekerja di luar.

Menurutnya, penyanderaan tersebut telah berlangsung selama dua hari. Jumlah KKB yang terlibat aksi ini mencapai 100 orang. Mereka menjaga di perbatasan kampung dan juga berbaur dengan warga. Hingga kini, kepolisian masih berupaya melakukan langkah persuasif dan preventif untuk membebaskan para sandera. o mtv