Jumat, 10 November 2017

Bercanda, Penumpang Wings Air Ngaku Bawa Bom

Ist.
Beritabatavia.com - BERCANDA dalam duka. Candaan itu dilontarkan salah seorang penumpang Wing Air yang mengaku membawa bom. Dukanya ya ditangkap polisi, ditinggal pesawat hingga namanya masuk black list di maskapai itu. Memang bercanda ada batasnya, tidak semua tempat bisa menerima kalimat nyeleneh. Apalagi kawasan objek vital seperti bandara.

Mah (32) penumpang Wings Air harus menerima konsekuensi itu akibat bercanda dengan mengucap membawa bom saat akan menumpang pesawat di Bandara Malikussaleh, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Alhasil, dia pun diringkus dan ditahan polisi.

Kejadian yang kerap terjadi saat di Bandara ini, berlangsung Kamis (9/11) kemarin. Penumpang yang berencana akan terbang dengan pesawat Wings dengan nomor penerbangan IW1251 PK-WFT tujuan Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, mengaku bahwa barang yang dibawanya adalah bom saat diperiksa petugas bandara.

"Pertanyaan itu sudah diajukan tiga kali oleh petugas dan jawabannya tetap sama, sehingga pihak bandara menghubungi pihak kepolisian dan selanjutnya dilakukan penangkapan serta penggeledahan," ungkap Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, Jumat (10/11).

Setelah sampai di kantor polisi, dilakukan pengeledahan terhadap barang bawaan pria itu, ternyata isinya tidak ada kaitannya dengan bahan peledak. Akan tetapi isinya antara lain, jeruk bali, kopi, dodol serta pakaian yang dibawakan sebagai oleh-oleh untuk kakaknya.

Pria tersebut lahir di Glee Dagang, Kabupaten Aceh Utara, saat ini menetap di Desa Batu Jaya, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tanggerang, Jawa Barat. "Saat diinterogasi yang bersangkutan menjawab bahwa perkataannya kepada petugas tentang bom tersebut hanyalah bercanda saja," ujar Kapolres Lhokseumawe.

Sebut Kapolres, saat dihubungi pihak keluarganya, mengatakan bahwa yang bersangkutan dalam tahap pengobatan terkait penyakit yang dialaminya. Menurut penyidikan, yang bersangkutan masih dilakukan pengobatan alternatif dan medis pada salah satu rumah sakit di Cipondok, Jakarta.

Terkait kondisi kesehatan pria tersebut, Kapolres menjawab bahwa proses lanjut akan diproses sesuai ketentuan, namun sebelumnya dilihat dulu bagaimana rekam medis hasil koordinasi dengan pihak dokter. Jika benar sakit akan dikoordinasikan kepada kejaksaan dan pengadilan bagaimana penanganannya.

Terkait peristiwa tersebut, Kapolres mengimbau kepada masyarakat supaya tidak bercanda pada tempat-tempat yang membuat resah dan mengandung resiko, karena dapat menganggu kenyamanan orang lain. (DAY)