Minggu, 12 November 2017

Trotoar Dipersempit, YLKI Protes Keras Gubernur DKI

Ist.
Beritabatavia.com - IDE Ahok memperlebar trotoar dan memanjakan pejalan kaki, ternyata dipangkas oleh Gubernur baru. Pemangkasan atau mempersempit ruang gerak pejalan kaki dipotres keras oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

Ketua Umum YLKI Tulus Abadi mengatakan trotoar hanya untuk pejalan kaki dan bukan untuk kendaraan pribadi. Hal ini terkait dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempersempit trotoar di ruas jalan Jenderal Sudirman-M.H. Thamrin untuk jalan sepeda motor. "Jelas merampas hak pejalan kaki," kata Tulus dalam keterangan tertulis, Ahad (12/11/2017).

Ia juga mengkritik rencana Wakil Gubernur Sandiaga Uno yang ingin menjadikan trotoar sebagai tempat berbisnis. Menurut Tulus, fungsi trotoar sudah jelas dalam Peraturan Pemerintah 34 tahun 2006 dalam pasal 34 ayat (4). Dalam peraturan tersebut, dinyatakan bahwa trotoar hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki. "Dalam peraturan sudah jelas, tidak ada juga trotoar untuk berbisnis dan lain-lain" kata Tulus.

Tulus mengatakan, Pemerintah DKI Jakarta seharusnya memperbanyak akses pejalan kaki. Hal tersebut berkaitan dengan ajakan kepada masyarakat untuk membudayakan berjalan kaki, yang berdampak pada semangat menggunakan transportasi umum. Tentu, kata Tulus, harus dibarengi dengan perbaikan sistem transportasi umum. "Ynag sudah ada, seperti Transjakarta, itu dimaksimalkan lagi," tutur Tulus.

Pembatasan terhadap kendaraan pribadi, kata Tulus, harus dilakukan oleh Pemprov. Tidak hanya sepeda motor, mobil pun, menurut Tulus, perlu dibatasi. "Semuanya, kendaraan-kendaraan pribadi harus dibatasi dari jalan protokol," ujar dia. "Bukan membuka akses lebih banyak lagi kendaraan pribadi."

Anies Baswedan meminta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk merombak rancangan pembangunan trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pada rancangan sebelumnya, Anies melihat tidak ada ruang bagi sepeda motor untuk melintas di jalan protokol tersebut. Anies meminta agar seluruh kendaraan bisa melintas, termasuk sepeda motor.

Anies meminta harus ada penyesuaian rancangan trotoar yang dulu dengan yang saat ini. Menurut Anies, jangan sampai trotoar hanya dijadikan sebagai tempat masyarakat berlalu lalang. Ia berharap trotoar bisa dijadikan tempat untuk berinteraksi, baik itu di bidang ekonomi, budaya, dan sosial.

Pemerintah DKI Jakarta akan merestorasi besar-besaran trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin. Proyek restorasi trotoar yang dinamai “trotoar kita” itu akan selesai pada Juli 2018. Restorasi trotoar tersebut sekaligus mempersiapkan Asian Games 2018. Pembangunan tersebut akan menggunakan anggaran dari sisa uang nilai koefisien lantai bangunan (KLB) Simpang Susun Semanggi sebesar Rp 219 miliar dari PT Keppel Land dan PT Mitra Panca Persada (MPP). o sio