Senin, 13 November 2017

"Maaf Ya, Zaman Pak Ahok Enggak Pernah Banjir..."

Ist.
Beritabatavia.com - Sugiyanto, warga Jalan Padang RT 06 RW 02 Ulujami, Jakarta Selatan mengingat tak ingat kapan terakhir kali ia merasa was-was ketika hujan tiba. Namun pada Minggu (12/11/2017) petang, perasaan itu kembali muncul karena air Kali Pesanggrahan yang terletak beberapa puluh meter dari rumahnya meluap.

"Semalam banjir, kalau di depan rumah saya tidak sampai masuk karena tinggi, tapi di ujung jalan dekat jembatan Kali Pesanggrahan sampai sedengkul," kata Sugiyanto ketika ditemui di rumahnya, Senin (13/11/2017) petang.

Menurut Sugiyanto, banjir ini pertama kali dalam kurang lebih empat tahun terakhir. Dulu, banjir memang kerap menyambangi daerah Ulujami yang dilintasi Kali Pesanggrahan.

Namun ketika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kala itu menormalisasi Kali Pesanggrahan di Tanah Kusir dan di Pos Pengumben, banjir mulai hilang dari rutinitas warga. "Maaf-maaf ya, waktu zaman Pak Ahok enggak pernah banjir, baru kali ini aja setelah Gubernur baru," ujar Sugiyanto.

Sugiyanto menyebut banjir yang datang semalam memang tidak separah dahulu. Banjir muncul ketika hujan lebat mengguyur, dan surut sesaat ketika hujan reda kira-kira pukul 22.00.

Sugiyanto yang sudah tinggal hampir 30 tahun di Jalan Padang mengatakan dulu, banjir biasa merendam atap rumahnya. Ia menunjukkan lekukan di tembok yang kira-kira setinggi 1,50 meter dari permukaan jalan, tanda ketinggian rumahnya dulu. "Rumah saya ini dulu atapnya cuma segini, karena banjir terus akhirnya ditinggiin sampai 1,5 meter lagi," katanya.

Banjir sebelum normalisasi Kali Pesanggrahan sangat merugikan warga. Pasalnya, hampir setiap hari banjir terjadi dan memaksa warga mengangkut-angkut barang serta bersih-bersih. "Dulu kebanjiran hampir setiap hari waktu musim hujan, alhamdulillah begitu zaman Pak Jokowi udah berkurang banget, terasa enggak pernah banjir lagi," katanya.

Hal yang sama diungkapkan warga IKPN Bintaro, Pal. Warga RW 04 Bintaro, Pesanggrahan itu mengatakan, genangan yang juga muncul di rumahnya pada Minggu malam adalah genangan pertama setelah hampir empat tahun warga terbebas banjir. "Iya baru semalam saja banjir, udah empat tahun ini enggak banjir kan," kata Pal ketika dihubungi.

Banjir yang terjadi pada Minggu malam, kata Pal memang tidak sebesar dulu. Air hanya menggenang sekitar 20 sentimeter di beberapa titik. Dulu, banjir bisa menggenangi permukiman warga setinggi dua meter selama berhari-hari. Namun sejak 2013, Kali Pesanggrahan dinormalisasi dan banjir mulai berkurang. "Ya gara-gara Gubernurnya ganti mungkin," kata Pal berseloroh.

Pal kurang mengetahui genangan kembali muncul. Ia menduga selain karena Kali Pesanggrahan meluap, pompa untuk menyedot air tak kunjung diganti. Di IKPN, ada dua pompa yang berfungsi mengalirkan air limpasan ke Kali ketika ada genangan. Namun beberapa tahun lalu salah satu pompa rusak. "Pak Ahok waktu itu sudah nyuruh agar diusulkan ganti pompa karena rusak. Tapi warga sini enggak tahu tuh kenapa merasa enggak perlu ganti pompa," ujar Pal.

Di Jakarta Selatan sendiri, Kali Pesanggrahan melintasi Lebak Bulus, Pondok Pinang, Bintaro, hingga Ulujami yang berbatasan dengan Jakarta Barat sepanjang 24.400 meter. Pada 2014, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane menormalisasi sebagian wilayah sungai namun terhenti karena kendala pembebasan lahan. o kmp