Selasa, 14 November 2017

Diabetes, Penyakit Metabolik Jangan Disepelekan

Ist.
Beritabatavia.com -
Diabetes atau penyakit tingginya kadar gula dalam darah ini tak bisa begitu saja disepelekan. Dulu, penyakit ini kerap mampir pada tubuh usia di atas 40 tahun. Namun, semakin lama penyakit ini diderita oleh mereka yang berusia muda. Gaya hidup yang tak sehat ditengarai sebagai penyebabnya.

Data International Diabetes Federation (IDF) mengungkapkan jumlah pasien diabetes di Indonesia mencapai 10 juta orang. Hal ini membuat Indonesia menempati peringkat ke-7 dunia.

Menurut Wismandari Wisnu, dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik dan diabetes Rumah Sakit Pondok Indah, diagnosis dini perlu dilakukan untuk mencegah atau memperlambat komplikasi.

Diabetes hingga kini belum ada obatnya. Penyakit ini, kata Wismandari, merupakan penyakit progresif. Pasien yang sudah terkontrol gula darahnya atau dikatakan normal tetap tidak bisa dikatakan sembuh dari diabetes. "Gula darahnya normal, tapi kan gen penyakitnya masih ada. Dia akan hidup bersama diabetes seumur hidupnya," kata Wismandari disela-sela Hari Diabetes Dunia.

Dianjurkan lima pilar tatalaksana diabetes, yakni edukasi, pengaturan makan, aktivitas fisik, obat-obatan dan pemantauan mandiri. Kelima pilar ini harus tetap dijalankan walau kadar gula darah sudah normal sekalipun.

Edukasi menjadi komponen paling penting. Para petugas medis tidak ada bisa apa-apa kalau pasien tidak mengerti soal diabetes. Mungkin sebagian orang beranggapan, diet untuk orang sehat dan penderita diabetes akan berbeda. Sebenarnya keduanya tak ada bedanya. Baik bagi yang sakit maupun yang penderita diabetes tetap sama, yakni diet gizi seimbang. "Penekanannya lebih pada 3 J, yakni jadwal makan teratur, jenis dan jumlah kalorinya," ujarnya.

Selain itu, aktivitas fisik. Perlu diingat bahwa makin kecil aktivitas fisik, maka risiko terkena diabetes akan makin besar. Aktivitas fisik dilakukan secara teratur 3-5 kali seminggu selama 30-45 menit. Penderita diabetes dianjurkan memilih latihan yang bersifat aerobik dengan intensitas sedang seperti jalan cepat, bersepeda santai, jogging dan berenang.

Penderita diabetes juga tak boleh melupakan obat-obatan yang memang rutin diminum serta pilar terakhir ialah pemantauan mandiri. Pemantauan mandiri diharapkan dapat dilakukan oleh pasien diabetes dengan terapi insulin, wanita yang merencanakan hamil, wanita hamil dengan hiperglikemia atau gula darah melebihi jumlah normal dan mereka yang mengalami kejadian hipoglikemia berulang. "Harapannya pasien tahu apa yang harus dilakukan saat kadar gula darahnya tinggi," katanya

Selama ini orang makan tanpa begitu memikirkan nutrisi atau efek dari apa yang dimakan. Asal kenyang, makan apapun tak masalah. Namun, hal ini tak akan berlaku bagi para penderita diabetes. Ada sejumlah makanan yang mereka patut hindari.

Diabetes dapat mengarah pada komplikasi seperti ginjal, jantung, serta organ-organ tubuh lain. Mengutip dari Bold Sky, berikut makanan yang perlu dihindari penderita diabetes:

# Minuman dengan pemanis buatan
Minuman dengan pemanis buatan kaya akan karbohidrat dan fruktosa. Kedua zat ini berhubungan resistensi insulin dan diabetes. Studi menganjurkan penderita diabetes menghindari minuman dengan pemanis buatan. Risiko hati bengkak dapat mengintai penderita diabetes jika tidak memperhatikan hal ini.

# Makanan mengandung lemak trans
Asam lemak trans merupakan lemak yang terbentuk saat cairan minyak terbentuk menjadi lemak padat. Dilansir dari Hello Sehat, terdapat dua jenis lemak trans, yakni lemak trans alami yang dihasilkan dalam usus hewan dan makanan, serta lemak trans buatan yang berasal dari susu dan produk daging. Makanan yang mengandung lemak trans dapat meningkatkan kolesterol jahat alias LDL. Lemak trans membuat kolesterol baik atau HDL menurun. Mereka yang menderita diabetes dapat mengakibatkan peradangan, resistensi insulin dan perut gemuk.

# Roti putih, pasta, dan nasi
Ketiga jenis makanan ini mengandung karbohidrat yang tinggi. Penderita diabetes tak dianjurkan mengonsumsinya. Pasalnya, ketiganya hanya akan membuat kadar gula darah naik drastis. Oleh karenanya, biasanya mereka yang sakit diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi kentang sebagai pengganti nasi.

# Yoghurt rasa buah
Biasanya, yoghurt dalam kemasan tampak menyehatkan karena baik untuk pencernaan, apalagi ditambah dengan rasa buah yang segar. Namun, yoghurt seperti ini dibuat dari susu tanpa lemak atau rendah lemak dan ditambah dengan banyak sekali karbohidrat dan gula. Secangkir yoghurt dapat mengandung 47 gram gula, yang mana 81 persen kalori yang terkandung dalam yoghurt berasal dari gula.

# Sereal dengan pemanis
Sarapan menjadi kegiatan yang menyenangkan dan praktis berkat kehadiran sereal. Bagi penderita diabetes, sarapan dengan sereal tidaklah dianjurkan. Sereal telah mengalami pemrosesan sehingga ia mengandung karbohidrat tinggi. Sereal juga mengandung protein yang menjaga kestabilan gula darah. Penderita diabetes yang menginginkan gula darah normal tentu tak dapat mengonsumsi sereal.

# Makanan dan minuman kemasan
Meski menggiurkan, makanan dan minuman dalam kemasan perlu dihindari para penderita diabetes. Makanan dalam kemasan dibuat dengan tepung hasil pemrosesan dan hanya mengandung sedikit nutrisi. Ia juga kaya akan karbohidrat yang dapat menaikkan kadar gula darah. Seperti minuman soda, minuman dalam kemasan termasuk jus buah sekalipun punya efek tidak baik. Jus buah sudah ditambah gula dengan kandungan karbohidrat tinggi dan setara dengan minuman soda biasa. o cio

Berita Terpopuler
Sabtu, 18 November 2017