Selasa, 21 November 2017

Menyedihkan, Indeks Kemudahan Berbisnis di Jakarta Merosot

Ist.
Beritabatavia.com - SEJAK DKI Jakarta dipegang Gubernur Baru, Indeks kemudahan berusaha (Ease of Doing Business/EoDB) untuk DKI Jakarta turun 2 peringkat ke posisi-4 dari 34 provinsi di Indonesia pada periode 2017. Data tersebut merupakan laporan terbaru Asia Competitiveness Institute (ACI). Data ini mirip laporan Bank Dunia, namun lebih komprehensif.

ACI merupakan pusat kajian riset di bawah naungan Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), National University of Singapore (NUS).Research Fellow sekaligus Deputy Director ACI, Mulya Amri mengungkapkan, secara umum, peringkat DKI Jakarta untuk kemudahan berusaha yang mencakup tiga indikator yang disebut EoDB ABC.

Yang diukur Attractiveness to Investor (Daya Tarik Investor), Business Friendliness (Keramahan terhadap Dunia Usaha), dan Competitive Policies (Regulasi yang mengatur Daya Saing). "EoDB ABC DKI Jakarta 2017 turun 2 peringkat menjadi ke posisi 4 dibanding posisi 2 pada 2015," kata Mulya saat Konferensi Pers di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Selasa (21/7/2017).

Posisi teratas di tempati oleh Jawa Timur di ranking ke-1, Jawa Barat peringkat ke-2, dan Jawa Tengah di peringkat ke-3. Penurunan peringkat kemudahan berbisnis di Ibu Kota, diakui Mulya bukan tanpa sebab. Utamanya karena performa Jakarta stagnan.

"Skor Jakarta pada indikator responsiveness to business and competitive policies yang terbilang rata-rata menunjukkan bahwa Jakarta masih kurang kompetitif dibanding dengan provinsi lain yang mengalami banyak kemajuan," jelas dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute (JPI), Wendy Haryanto menambahkan, proses perizinan bangunan yang menjadi salah satu indikator penting kemudahan berbisnis masih bermasalah.

"Hingga saat ini belum ada inovasi yang signifikan terkait proses perizinan di Jakarta. Salah satunya disebabkan oleh DPMPTSP sebagai garda terdepan perizinan mempunyai banyak masalah, masih suka nyangkut, mahal, dan lainnya," terang dia.

Dari laporan ACI, indikator Attractiveness to Investor DKI Jakarta pada tahun ini berada di peringkat 3 atau turun dari peringkat sebelumnya posisi 1 di 2015.

Indikator Business Friendliness, DKI Jakarta menempati posisi 7 di 2017 atau melorot dari peringkat 2 di 2015. Serta indikator Competitive Policies, DKI Jakarta berada di peringkat 19 dari total 34 provinsi di Indonesia.

"Jakarta perlu di push lagi dalam kemudahan berusaha, karena Jakarta merupakan tempat perputaran ekonomi Indonesia. Seharusnya Jakarta bisa bersaing dengan kota lain di dunia, agar go internasional," harapnya. o rls