Sabtu, 02 Desember 2017

Miris, Siswi SMA di Bogor Jual Diri Demi HP Canggih

Ist.
Beritabatavia.com - DEMI gaya hidup, beberapa siswi salah satu SMA di Pamijahan Kabupaten Bogor, Jawa Barat diduga nekar menjual dirinya. Uang dari hasil diboking pria berkantong tebal ini, lalu digunakan untuk membeli HP model terbaru dan pakaian serta pewangi badan.

Gaya hidup hedonis, dengan menjual tubuh yang berlangsung dikalangan siswi SMA ini, disesalkan aktifis perempuan Kabupaten Bogor, Ida Royani. Bagi Ida, ini menandakan ada yang salah, dalam pola kehidupan serta dunia pendidikan itu sendiri.

Dari informasi yang dia dapat, untuk mendapatkan layanan jasa ayam abu-abu ini, tidak terlalu sulit. Wanita muda dengan seragam putih-abu abu ini, penampilan serta aroma badannya dan alat komunikasi yang dipegang, sangat berbeda dengan siswi lainnya. Meski pun tentu kata Ida tidak semua yang memiliki HP canggih melakukan perbuatan negatif ini.

Bahkan jika bertemu dan terjadi kesepakatan, bisa langsung cek in di vila yang bertebaran di Bogor. Atau bisa keluar dari Pamijahan, sesuai permintaan laki-laki yang memboking. Rata-rata, demi privasi, laki-lakinya minta ke hotel,”kata salah satu sumber yang tak mau di publikasi namanya.

Untuk mendapatkan jasa kupu-kupu berseragam ini, biasanya lelaki hidung belang, membuat janji terlebih dahulu, melalui komunikasi whatsApp.

Seperti Ml 38, satu pria pengguna jasa pelajar bokingan mengatakan, tarif sekali kencan dengan ayam berseragam abu-abu ini, bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp750 ribu. “Hotel saya yang bayar. Saya juga beliin minuman segar dan rokoknya,”kata Ml sambil menunjukan salah satu siswi berseragam yang baru saja ia boking.

Siswi-siswi yang berprofesi demikian, diakui masih berusia 16 tahun. Bahkan Ml, pria berkantong tebal ini mengaku, ada satu pelanggannya yang sudah berhubungan dengannya, sejak masuk SMA kelas 1. “Kalau mau, saya tinggal jemput. Kami sudah lama kenal dan sering berhubungan,” paparnya seperti dilansir Poskotanews.com, Sabtu (02/12/2017)

Biar kedok mereka tidak diketahui orangtua yang kebanyakan dari kalangan ekonomi lemah, siswi ini kerap mengaku, kerja paruh waktu di cafe, jika ada teman mereka menanyakan barang yang mereka miliki.

Menyikapi hal ini, Ida Royani, aktifis perempuan Bogor mengatakan, fenomena ini menandakan, telah terjadi krisis moral.

Menurut Ida, sebaiknya pihak sekolah lebih ketat lagi aturan di sekolahnya. Karena di wilayah Pamijahan, merupakan kawasan daerah wisata yang banyak terdapat vila. Satgas pelajar dengan pihak terkait, disarankan untuk lebih gencar melakukan swiping sekolah, serta menjalin komunikasi yang baik dengan orgtua siswa.

Bahkan jika diperlukan, harus ada bimbingan khusus bidang agama. “Saya dengarnya miris sekali. Apalagi jual diri usai sekolah dan masih berseragam. Hal itu terjadi, karena lemahnya pengawasan.Faktor lingkungan seperti sekolah dan masyarakat serta orangtua, harus berperan aktif. Orangtua seharusnya memberikan pemahaman kepada anaknya, agar tak salah dalam pergaulan,”pinta Ida Royani.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, TB Lutfhie Syam mengatakan, informasi adanya pelajar menjual diri, guna mendapatkan uang, demi gaya hidup, akan dikoordinasikan dengan pengawas SMA.

Menurut Lutfhie, apa yang dilakukan siswi SMA tersebut, sudah bukan wewenang dinas pendidikan Kabupaten Bogor lagi. 0 PKO

Berita Terpopuler