Rabu, 06 Desember 2017

Tahun Politik 2018, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Berat

Ist.
Beritabatavia.com -
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2018 sangat berat berkisar 5,05-5,2 persen, atau lebih rendah dari target yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 5,4 persen.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2018 berdasarkan evaluasi yang dilakukan kalangan pelaku usaha selama 2017. Jika tidak ada perubahan yang signifikan, pertumbuhan ekonomi akan lebih rendah dari target pemerintah," papar Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani dalam keterangan tertulis, Rabu (06/12/2017).

Dilanjutkan, jika tidak ada perubahan yang signifikan dalam pengelolaan ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi itu berkisar 5,05-5,2 persen. Karenanya, Pemerintah diharapkan berupaya memperbaiki motor-motor produktif penggerak ekonomi antara lain sektor industri konvensional dan sektor-sektor baru seperti pariwisata dan industri kreatif.

Selain itu, pada 2018 merupakan tahun politik yang bisa berdampak terhadap perekonomian Indonesia. "Dinamika politik pada 2018 akan memiliki pengaruh terhadap perekonomian Indonesia apabila tidak dikelola dengan baik, khususnya dampak dari politik yang menimbulkan perpecahan dalam masyarakat dan berpengaruh terhadap persepsi pelau ekonomi," lontarnya.

Isu mengenai SARA, Apindo sangat harapkan tidak terjadi, karena efeknya itu berpengaruh langsung terhadap pelaku ekonomi. Apindo juga menyoroti dua hal yang berpotensi menjadi penghaambat kinerja dunia usaha pada 2018, selain faktor eksternal dan global yang berada di luar kemampuan pemerintah untuk mengaturnya.

Poin pertama adalah, kebijakan kementerian dan menteri yang kontradiktif dan bertentangan dengan spirit penyederhanaan regulasi. Poin kedua adalah, perkembangan regulasi di daerah yang belum berjalan searah dan seiring dengan semangat pemerintah pusat sebagai bagian dari proses reformasi struktural.

Apindo juga mencatat beberapa isu strategis yang dapat menumbuhkan optimisme dunia usaha terhadap perekonomian 2018. Isu paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah hingga akhir 2017 meski masih terbelenggu ribuan regulasi, jika diimplementasikan akan menjadi harapan bagi dunia usaha.

Salah satunya adalah terkait Paket Kebijakan Ekonomi ke-16 Tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha. Apabila masalah birokrasi perizinan usaha bisa diselesaikan melalui satu kali registrasi online, maka hal tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing dunia usaha di Indonesia.

Hal lain yang perlu diperhatikan tahun 2018 adalah berkurangnya penyerapan tenaga kerja karena perkembangan teknologi. Tingkat pengangguran dikhawatirkan tidak bisa berkurang banyak demgan adanya otomatisasi tersebut.

“Lapangan kerja dihasilkan sektor formal makin lama menyusut di laporan BKPM. 2010 total investasi Rp 200 triliun lebih penyerapaan rasio per Rp 1 triliun itu 15.004 orang, 2016 Rp 612 triliun total semuanya penyerapannya 2.772 (tenaga kerja) per Rp 1 triliun,” kata Hariyadi. 0 RLS


Berita Terpopuler
Rabu, 13 Desember 2017