Jumat, 08 Desember 2017

Otto Hasibuan Mundur Jadi Pengacara Setya Novanto

Ist.
Beritabatavia.com -
PENGACARA Otto Hasibuan memutuskan mundur menjadi kuasa hukum Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto, yang terjerat kasus mega korupsi e-KTP. Keputusan mundur diambil Otto lantaran tak ada kesepakatan dan kesepahaman dengan Setnov dalam menghadapi proses hukum yang tengah diproses Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengacara senior secara resmi membuat surat pengunduran dirinya kemudian menyerahkan surat itu kepada Setnov serta penyidik KPK Ambarita Damanik. Otto menjadi kuasa hukum Setnov sejak 20 November 2017, atau setelah Ketua Umum nonaktif Partai Golkar itu ditahan penyidik KPK.

"Setelah saya tangani kasus ini, dalam perjalanannya ternyata di antara kami dengan Setya Novanto belum ada kesepakatan. Nggak ada kesepakatan yang jelas tentang tata cara penanganan satu perkara," kata Otto usai menyerahkan surat pengunduran di gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Dilanjutkan kondisi ke depannya bakal merugikan kedua belah pihak jika situasi buntu tanpa kesepakatan di antara pihaknya dengan Setnov. Malah, bakal kesulitan melakukan pembelaan di persidangan, jika dari awal tak ada kesepakatan terkait tata cara menghadapi perkara korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. "Itu akan menyulitkan saya untuk melakukan suatu pembelaan terhadap klien," tuturnya.

Terkait kesepatan itu, Otto enggan menjelaskan lebih lanjut. "Begini, sebagai seorang pengacara, saya punya kode etik untuk menjaga kerahasiaan tentang klien saya. Nah (kesepakatan) apa itu? Tentunya banyak hal yang tidak bisa saya sampaikan karena itu menyangkut rahasia klien. Jadi itu harus saya lindungi," tuturnya.

Otto mengucapkan terima kasih kepada Setnov yang sempat mempercayakan dirinya mendampingi selama beberapa pekan. Otto pun memberikan semangat kepada Setnov dalam menghadapi proses hukum kasus korupsi e-KTP. "Selamat dia berjuang di dalam masalah hukumnya dan semoga dia berhasil," tuturnya.

Otto menepis mundurnya sebagai kuasa hukum Setnov karena ada gesekan dengan Fredrich Yunadi dan Maqdir Ismail. Dia mengaku punya baik dengan Fredrich maupun Maqdir sebagai sesama pengacara. "Saya kira antara pengacara tidak ada problem," tuturnya.

Juga mundur

Selain Otto, kuasa hukum Setnov yang lain Fredrich Yunadi juga memutuskan mundur. Fredrich sudah menyampaikan secara langsung secara lisan kepada Setnov kemarin terkait keputusannya mundur. "Saya tak ada masalah apa-apa sehingga saya memutuskan mundur," papar Fredrich telah menyampaikan langsung keputusan itu kepada Setnov di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fredrich menyampaikan pengunduran diri bersama Otto Hasibuan ketika menjenguk Setnov pada Kamis (7/12). Menurutnya, terhitung hari ini dirinya sudah tidak lagi mendampingi Ketua Umum nonaktif Partai Golkar itu dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.
"Untuk kasus yang disidik KPK ditangan Maqdir, saya dan rekan Otto mengundurkan diri," tuturnya.

Untuk itu, kata Fredrich, saat ini Setnov hanya didampingi oleh pengacara Maqdir Ismail. Fredrich meminta pertanyaan seputar permasalahan yang berkaitan dengan Setnov dikonfirmasi kepada Maqdir, selaku kuasa hukum yang baru. "Ini kan ditangani Maqdir. Lain kali kalau ada apa-apa tanya Maqdir ya," ujarnya.

Fredrich menyatakan, tak ada masalah dengan Setnov sehingga memutuskan untuk mundur mendampinginya dalam proses hukum kasus korupsi e-KTP. Frederich mengaku, Setnov telah menerima keputusan dirinya tersebut. "Beliau (Setnov) terima, enggak ada masalah apa-apa. Kita sama Pak SN juga tidak ada perbedaan pendapat, tapi ya karena ada sesuatu hal yang kita enggak bisa lakukan," kata dia. 0 ERZA