Selasa, 12 Desember 2017

PKL Liar di Tanah Abang Dibiarkan Merajalela

Ist.
Beritabatavia.com - PASAR Tanah Abang semakin semrawut, amburadul, kacau balau. Penertiban tak ada lagi. Kondisi ini akibat pimpinan yang tidak tegas dan serius menangani Pasar Tanah Abang yang lebih baik, aman dan nyaman. Akibat kondisi  amburadul itu, sejumlah pedagang di Blok G Pasar Tanah Abang meminta direlokasi karena lokasinya sepi pengunjung. Mereka meminta itu karena kecewa pedagang kaki lima (PKL) dibiarkan semakin liar dan merajalela berjualan di trotoar Tanah Abang dan tentunya lebih ramai pembeli.

Banyak pedagang di Blok G sebelumnya merupakan PKL di sepanjang jalan raya Tanah Abang. Pada 2013, Joko Widodo yang kala itu menjabat gubernur DKI Jakarta, merelokasi mereka ke Blok G. Ibrahim, pedagang sepatu dan sandal grosir salah satunya.

Ibrahim mengatakan, selama berjualan di Blok G pendapatannya tidak sebesar saat dulu masih berjualan di emperan jalan. Ia pun kini hanya menjual stok-stok lama. Dia mengeluhkan, saat relokasi sepi pembeli, justru kini banyak PKL diperbolehkan berjualan di pinggir jalan.

"Iya, lebih ramai di bawah (pinggir jalan). Di bawah, sekarang malah sudah bebas lagi. Kalau enggak boleh (jualan di trotoar), ya enggak boleh semua," ucap Ibrahim.

Pedagang lainnya, Sholikhin berharap ada kejelasan tentang nasib pedagang di sini. Ia sudah berdagang di Blok G sejak 2004. Namun semakin hari, pembeli semakin sepi.

Sholikhin berkata, sudah ada wacana beberapa kali pedagang akan dipindahkan, tetapi belum terwujud hingga saat ini. "Sama pengelola sini, sudah ditinjau ke daerah Pasar Tasik dekat stasiun. Cuma di sana baru habis kontrak 2018. Rencananya pedagang sini mau dipindah ke sana," kata Solikhin yang sehari-hari berjualan celana panjang itu.

Banyak PKL tampak berjualan makanan maupun pakaian di pinggir jalan sekitar Blok G Pasar Tanah Abang. Halte di seberang Blok G dipadati lapak pedagang. Beberapa pedagang bahkan membuka lapaknya di sebelah kendaraan Satpol PP yang sedang diparkir.

Kemacetan di depan Blok G pun tak terelakkan. Kerumunan lapak PKL menyatu dengan bus kota yang mengetem di depan halte. Beberapa pengendara adu mulut. Mereka saling menyalahkan siapa biang kemacetan.

PD Pasar Jaya selaku pengelola Blok A, B, F, dan G Pasar Tanah Abang menyatakan, pihaknya sedang menyusun rencana untuk merevitalisasi Blok G. Kabarnya, PD Pasar Jaya berencana membuat fasilitas parkir mobil. Hal ini untuk mendukung para pedagang yang berjualan secara grosir. Selain itu, pihaknya juga akan membangun jembatan penyeberangan yang akan menyambungkan Blok G dengan Stasiun Tanah Abang, Blok A, B, dan F. Jembatan itu diharapkan bisa meramaikan Blok G dan meniadakan PKL.

Juga tengah menyiapkan relokasi pedagang ke tempat sementara. Pihaknya bersama PT KAI semula sudah membicarakan sewa lahan di Pasar Tasik, dekat Stasiun Tanah Abang. Namun lahan tersebut ternyata akan disewa pihak lain. Saat ini, PD Pasar Jaya pun masih mencari tempat relokasi pedagang Blok G. 0 CIO



Berita Terpopuler