Selasa, 12 Desember 2017

Palestina Apresiasi Indonesia Berani Tolak Keputusan Trump

Ist.
Beritabatavia.com - RAKYAT Palestina mengapresiasi sikap Indonesia yang berani menolak keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina.

“Ini sebuah sikap yang besar dan berani dan merupakan bentuk dari kepahlawan dari rakyat Indonesia terutama dalam memberikan dukungan kepada rakyat Palestina,” kata Duta Besar terpilih Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Duber Zuhair juga menyampaikan salam dari rakyat Palestina kepada bangsa Indonesia yang terus memberikan dukungan bagi kedamaian dan keadilan di Palestina. “Saya ingin menyampaikan ucapan selamat dan penghargaaan kepada pemerintah Indonesia yang secara konsisten berpegang teguh pada sikap dan pandangnannya (mendukung Palestina),” ujarnya.

Menurutnya, sikap dan pandangan dari berbagai belahan dunia yang menolak keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump tersebut merupakan pesan yang sangat jelas kepada Trump dengan harapan untuk mengubah pandangan Trump itu. “Masalah Palestina akan tetap hidup dalam hati nurani dunia,” tuturnya.

Dilanjutkan, keputusan Trump tidak mengubah sedikitpun kondisi di lapangan tentang bagian tanah Palestina di Gaza, West Bank dan tempat-tempat lain yang saat ini masih diduduki Israel. “Keadaan di Palestina hak-hak asasi bangsa Palestina dan hak asasi manusia tidak berubah keadaaanya dan termasuk dengan adanya keputusan mengubah ibu kota Yerusalem ke Palestina ini,” tuturnya.

Keputusan Trump, lanjut dia, tidak akan mengubah sedikitpun bahwa Yerusalem adalah tanah suci dan bagian yang tidak terpisahkan dari Palestina. “Keputusan trump adalah keputusan yang  tidak dapat dibenarkan dan keputusan yang harus ditolak dan status dari hak rakyat Palestina adalah tetap,” ujarnya.

Keputusan Trump itu dinilai telah menciderai dan menafikan posisi Amerika Serikat sebagai mediator atau perantara perdamaian dan melawan hak-hak asasi Palestina serta peraturan dan ketentuan internasioanl termasuk juga resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa atas Yerusalem.

“Palestina adalah tanah perdamaian dan tanah yang suci dari agama Yahudi, Nasrani, Kristen, dan Islam, sedangkan Israel tidak menginginkan perdamaian di tanah damai Palestina,” ujarnya.

Dia mengatakan seluruh rakyat Palestina terus menerus berjuang mewujudkan visi mantan pemimpin Palestina Yasser Arafat untuk mewujudkan negara Palestina yang damai dan merdeka. “Palestina memanggil Anda semua untuk memberi dukungan,” ungkapnya. 0 kay