Selasa, 12 Desember 2017

Gembong Narkoba di LP Cipinang Hendaknya Dipindahkan ke Nusakambangan

Ist.
Beritabatavia.com - Sejatinya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang sebelumnya dikenal dengan penjara adalah tempat pembinaan para penghuninya yaitu narapidana (Napi). Mereka dibentuk agar menjadi manusia seutuhnya yang menyadari kesalahannya serta tidak lagi mengulangi perbuatannya, sehingga dapat kembali dan diterima dilingkungan masyarakat.

Sayangnya, sejumlah Narapidana khususnya kasus narkoba justru menjadikan Lapas sebagai arena yang aman untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
 
Bahkan Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah napi menggelar pesta narkoba di Lapas Cipinang pada akhir Mei 2017 lalu. Tidak hanya itu, petugas BNN juga menemukan sejumlah barang-barang yang seharusnya tidak boleh ada di dalam Lapas. Seperti alat elektronik, Laptop, telepon seluler dan alat yang digunakan untuk mengkomsumsi narkoba.

Menurut Komjen Budi Waseso, pihaknya meyakini sejumlah Bandar narkoba kelas kakap masih leluasa mengendalikan peredaran narkoba lewat jaringannya yang berada di luar Lapas.

Pernyataan Budi Waseso diamini sejumlah anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Mereka mengaku kecewa terhadap pengawasan di Lapas Cipinang. Sebab berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, sebagian besar peredaran narkoba masih dikendalikan oleh gembong narkoba yang sudah menjadi narapidana di Lapas Cipinang.

Menurut polisi, seorang narapidana kasus narkoba di Lapas kelas 1 Cipinang bernama Haryanto Chandra alias Gombak alias Ompong dengan nama yang terdaftar di register Yudi Prasetio divonis 14 tahun penjara. Adalah sosok kuat yang hingga saat ini masih mengendalikan jaringannya untuk memasarkan narkoba di wilayah Jawa Timur dan Jakarta.

Dikatakan, sebelumnya Haryanto Chandra pernah ditangkap di parkiran RS MH Thamrin dengan barang bukti 5 Kg sabu. Padahal, saat dia ditangkap statusnya adalah narapidana Lapas Salemba. Menurut seorang polisi, jaringan yang dikendalikan Haryanto sangat rapi,sehingga sulit untuk dibongkar. Sindikat Haryanto menguasai pasar untuk wilayah Jawa Timur dan sebagian Jakarta.

Para petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berharap, selain melakukan pengawasan ketat terhadap narapidana narkoba di Lapas Cipinang. Hendaknya, gembong kelas kakap kasus narkoba seperti Haryanto Chandra lebih baik dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap. O son