Rabu, 13 Desember 2017

Mukernas Kesthuri Lahirkan Resolusi Padang

Ist.
Beritabatavia.com - MUSYAWARAH Kerja Nasional (Mukernas) Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) membuahkan hasil luar biasa yakni Resolusi Padang. Resolusi itu  berisikan penguatan sinergi Kesthuri dalam bisnis serta komitmen sikap kooperatif seluruh anggota dalam penyelenggaraan haji dan umrah.

Resolusi Padang hasil Mukernas Kesthuri ini, menjadi sejarah dalam perkembangan perusahaan tour dan travel haji dan umrah di Indonesia. Dari sini diharapkan ke depan semakin profesional dalam memberikan pelayanan kepada para calon jamaah haji dan umrah.

"Dengan resolusi ini, diharapkan penyelenggara tour dan travel haji dan umrah semakin profesional dan bertanggungjawab. Jangan ada lagi calon jamaah yang tidak kesampaian niatnya karena dipermainkan penyelenggara yang tidak bertanggungjawab," tegas Ketua Panitia Penyelenggara Mukernas, Edi Ermantu dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Beritabatavia.com, Rabu (13/12/2017).

Dilanjutkan, banyaknya event berskala nasional yang berlangsung di Padang termasuk Mukernas Khesturi berarti kota ini semakin dipercaya sebagai lokasi yang representatif untuk tempat berlangsungnya event besar. Kedepan akan lebih banyak lagi event nasional maupun internasional yang akan terlaksana di Kota Padang. "Diharapkan semakin banyak lagi kegiatan besar nasional dan internasional yang berlangsung di Kota Padang," ujarnya.

"Tiga Resolusi Padang" tersebut yaitu membangun sinergi lebih utuh, membangkitkan semangat untuk membangun Kesthuri bisnis dan anggota lebih bersikap kooperatif dan komitmen dalam penyelenggaraan haji dan umrah. "Resolusi ini dijadikan suatu kesatuan sikap yang akan diaplikasikan dalam penyelenggaraan haji dan umrah oleh seluruh anggotanya," kata Edi Ermanto.

Dirjen Penyelenggaan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Prof. Nizar mengatakan, Mukernas Kesthuri yang dilakukan penuh dengan kehangatan dan kemitraan ini diharapkan dapat sering dilakukan, “Agar seluruh penyelenggaraan umrah dan haji dapat termonitor dan melaksanakan perannya dengan sebaik baiknya,” ucap Nizar.

Setelah menyampaikan selamat Mukerna Kesthuri, Dirjen PHU menyampaikan, tema mukernas sangat tepat karena turut mengevaluasi serta menumbuhkan proses dalam penyelenggaraan ibadah Umrah Haji. “Terkait penyelenggaraan haji, Insya Allah sudah berjalan dengan baik, karena banyak lembaga dan departemen lain yang turut mengawasi. Namun tidak demikian dengan umrah yang memiliki jumlah jamaah 4 kali lipat dibandingkan dengan jumlaah jamaah haji,” katanya.

Disamping itu, sambung Nizar, akan muncul regulasi baru yaitu PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) tidak perlu lagi melakukan perpanjangan, hanya cukup sekali dan cukup akreditasi saja dan ini adalah trobosan baru. Selain itu akan muncul juga aturan bahwa jamaah yang terdaftar mendapaatkan nomor porsi, lalu meninggal dunia, maka porsi ini dapat diwarisi oleh keluarganya dan langsung berangkat.

“Salah satu komponen akreditasi dengan cara online yang melaporkan perencanaan penyelenggaraan ibadah umrah dan haji. Sistem akreditasi itu adalah SIPATUH, sebuah sistem penyelenggaraan Umrah Haji yang nantinya harus dipatuhi oleh seluruh penyelenggara,” tuntasnya.

Mukernas Kesthuri diikuti seratusan  lebih peserta di Kota Padang, Sumatera Barat, ditutup secara resmi oleh Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah di Hotel Grand Inna, Senin (11/11/2017). (NDIK)