Jumat, 15 Desember 2017

Kasus e-KTP, Jatah Setnov Setara Satu Komplek Hunian Mewah

Ist.
Beritabatavia.com - KASUS korupsi megaproyek e-KTP terus menyedot perhatian masyarakat. Pengadilan Tipikor mengadakan sidang perdana beragendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum KPK terhadap tersangka mantan Ketua DPR, Setya Novanto.

Yang menarik, dari surat dakwaan disebut bahwa anggota DPR periode 2009-2014 bersama Setnov (sapaan akrab untuk Setya Novanto) menerima untung sebesar Rp2.000 dari setiap keping e-KTP yang diproduksi.

Pada kontrak awal yang ditentukan dalam proyek e-KTP, Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) berkewajiban mencetak sebanyak 172.015.400 lembar e-KTP. Kenyataannya, hanya 122.109.759 lembar e-KTP yang berhasil diproduksi.

Jika dikalikan dengan total lembar e-KTP yang direncanakan, maka Rp2.000 x 172.015.400 = Rp344 miliaran. Itulah nominal untung yang diraup Setnov bersama rekan yang ikut campur dalam proyek tersebut.

Dengan uang sebesar itu, niscaya Setya Novanto dan kawan-kawan bisa membeli satu komplek perumahan mewah di area prestisius dan strategis seperti Kemang seperti dilansir Rumah.com. Harga satu unit rumah baru di sini dipasarkan Rp8 miliaran seperti yang ditawarkan Royale Hill. Dikembangkan Grand Pan Properti, Royale Hill menawarkan 24 unit rumah tiga lantai dengan dua tipe yaitu Hoek dan Standar.

Tipe standar memiliki luas tanah 205m2 dan luas bangunan 309m2, sedangkan tipe Hoek lebih besar yaitu luas tanah 365m2 dan luas bangunan 345m2. Harganya dipasarkan mulai Rp8,6 miliar hingga Rp14,2 miliar.

Dari segi lingkungan, komplek hunian kelas atas ini menghadirkan sisi teduh dari Kemang agar penghuninya dapat tinggal tenang dan nyaman bersama keluarga. Di satu sisi, gaya modern berkelas Kemang juga terasa lewat unit berdesain minimalis berbalut kemewahan.

Jatah yang diterima Setya Novanto juga cukup untuk memiliki setengah tower apartemen The Masterpiece and The Empyreal, Kuningan, Jakarta Selatan. Saat ini unit dengan luas 176,38m² dengan tipe tiga kamar dibandrol dengan harga Rp8,6 miliar, yang sebelumnya pada Desember 2016 dipasarkan dengan harga Rp5,6 miliar. Itu artinya, kenaikan hampir mencapai angka 40% dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Selain dari nilai investasi yang cukup tinggi, bagi pemilik The Masterpiece and The Empyreal yang belum ingin menempati atau menjual kondominium mewah ini, mereka bisa menyewakannya dengan pasaran harga sekitar Rp250 juta/per tahun untuk tipe dua kamar.

Kenaikan harga yang tinggi juga didukung oleh infrastruktur yang baik dan lengkap, berada di jantung kota Selatan Jakarta, serta kelebihan akses yang mudah dijangkau ke pusat bisnis Jakarta menjadi keunggulannya.

Lantaran lokasi dan kelasnya yang mewah, apartemen ini menargetkan kalangan ekspatriat, profesional, pebisnis, eksekutif muda atau investor sebagai target pasarnya. 0 LEO