Rabu, 20 Desember 2017

Petugas Lemot, Ratusan Sopir Trailer Ancam Blokir GTO Rorotan 2

Ist.
Beritabatavia.com - KEMACETAN parah terus melanda Gerbang Tol GTO Rorotan 2 yang berada di depan Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Kemacetan setiap hari terjadi itu membuat sopir kesal, geregetan, jengkel hanya ulah petugas tol yang lemot dan lelet melayani pembayaran tol. Karenanya  Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengancam akan memblokir Gerbang Tol GTO Rorotan 2.

Direktur Eksekutif DPP Aptrindo, Johannes Samsi Purba mengatakan pihaknya siap mengerahkan ratusan trailer dan memarkirkan di pintu gerbang tol GTO Rorotan. Kekesalan sudah lama dirasakan ratusan anggotanya yang mengeluhkan setiap hari terjadi kemacetan hingga mengular cukup panjang saat ingin masuk ke pintu gerbang tol GTO Rorotan untuk menggesek kartu elektronik pengganti pembayaran di gerbang to.

Kemacetan sudah dirasakan mulai dari tol Cilincing hingga pintu tol depan KBN. Bahkan untuk mencapai gerbang tol bisa memakan waktu 2-3 jam. Akibatnya pengusaha angkutan barang merasa dirugikan dampak dari kemacetan parah tersebut. Selain menghabiskan bahan bakar, waktu juga terbuang belum lagi barang menjadi telat sampai ke tujuan.

“Kalau pihak berwenang tidak segera memperbaiki atau mengurai kemacetan sekalian saja kita kerahkan truk kontainer di depan GTO Rorotan 2,” janjinya.

Mengenai nilai kerugian akibat kemacetan tersebut, Johannes belum bisa menghitung yang pasti setiap hari diperkirakan ratusan juta rupiah.

Keluhan tidak hanya dirasakan sopir trailer, pengemudi mobil pribadi juga merasa sangat kesal sekali. Mereka mendesak pengelola jalan tol untuk secepatnya mengatasi dan mencari solusinya.

“Saya kalau pulang kerja selalu lewat tol Cacing, pasti kena macet waktu mau memasuki gerbang tol Rorotan 2 karena antrian kendaraan yang mengular hingga belasan kilometer,” tutur Ahmad Mabrori, warga Bekasi yang sehari-hari beraktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok.

Diperkirakan kemacetan akibat beberapa pintu tol dari arah Pelabuhan Tanjung Priok seperti Koja, Marunda maupun pintu Tol Tulang Bawang belum berfungsi sebagai gerbang pembayaran.

Sehingga semua kendaraan pribadi maupun angkutan barang bertumpuk dari arah Pelabuhan Tanjung Priok mau pun Ancol ramai ramai membayar tol di Gerbang Tol Rorotan 2 sehingga menyebabkan kemacetan parah. 0 PKO