Rabu, 20 Desember 2017

Presiden Jokowi Dorong Mobil Listrik Karya Anak Bangsa

Ist.
Beritabatavia.com - PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengaku deg-degan saat menjajal mobil listrik berwarna merah Ezzy II besutan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mobil listrik yang menggunakan tenaga baterai sebesar 20 kWh dengan kemampuan jarak tempuh 130 kilometer.

Meski mengaku terasa nyaman, Jokowi tak bisa menampik jika mesin masih terasa tersendat saat dipacu pelan dan mulai meningkatkan kecepatan. "Tadi kita coba, jalannya hanya 30 sampai 40 km. Kalau menurut saya enak - enak saja karena mobil ini adalah sebuah produk baru dan ini sudah melompat baik," tutur Jokowi disela-sela peresmian Gerbang Tol (GT) Warugunung Surabaya, Selasa (19/12 ).

Meski masih ada kekurangan, namun Presiden mengakui secara umum sudah sangat baik. Kekurangan itu disampaikan Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) ITS Muhammad Nur Yuniarton. Kekurangan itu merupakan sesuatu wajar. Terlebih lagi bila melihat pengalaman negara lain. “Perlu waktu 40 hingga 50 tahun untuk menuju kepada standar agar bisa masuk pasar,” kata Presiden.

Untuk melangkah ke tahap berikutnya diakui Presiden tidaklah mudah. “Yang paling berat biasanya adalah bagaimana produk itu secara desain, secara harga bisa masuk ke pasar, bisa kompetisi dengan produk-produk mobil lain yang sudah lama berada di pasar,” ucapnya.

Meski demikian, Presiden akan terus mendorong berbagai produk anak bangsa agar dapat masuk ke proses industri dan memiliki daya saing. “Terus kita kejar agar segera bisa masuk ke proses di industri,” ucap kepala negara.

Dilanjutkan, produsen mobil listrik harus siap menghadapi permasalahan terkait baterai sebagai pasokan daya. Produsen bisa memastikan diri sanggup memproduksi baterai dalam skala industri dengan jumlah banyak. "Sebelum memasuki tahap produksi massal, ada tahap riset dan penelitian lebih dulu," sarannya.

Menurutnya, tahap itu harus ditindak lanjuti supaya lolos uji emisi untuk ke tahap memenuhi kebutuhan industri. Salah satu hal paling berat dari pengembangan mobil listrik yakni memastikan desain dan harga bisa masuk ke pasar dan bisa berkompetisi dengan produk mobil lain yang sudah lama berada di pasar. "Proses itu biasanya yang sangat menyulitkan. Tetapi apapun tetap akan kita kejar. Termasuk juga mobil SMK, agar segera masuk ke proses industri," ujarnya.

Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) ITS Surabaya saat ini tercatat memiliki lima unit mobil listrik. Produk-produk tersebut adalah satu unit mobil listrik Ezzy II, satu unit supercar Lowo Ireng, dua unit motor listrik Gesits, serta satu unit bus bertenaga surya dan listrik.

Mobil listrik Ezzy II sendiri merupakan generasi kedua pengembangan dari mobil listrik Ezzy I yang telah dirintis pada tahun 2013 lalu. Mobil ini memiliki spesifikasi yang jauh lebih baik dari generasi sebelumnya.

Ezzy II menggunakan tenaga baterai sebesar 20 kWh dengan kemampuan jarak tempuh 130 km. Selain itu, mobil ini bisa melaju dengan kecepatan maksimum 180 km per jam dengan pendistribusian berat yang jauh lebih stabil. (HMS)