Jumat, 22 Desember 2017

Ahok Dapat Remisi Natal Selama 15 Hari

Ist.
Beritabatavia.com - Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman selama 15 hari. Mantan Bupati Bengkulu Timur itu mendapat remisi perayaan Hari Raya Natal, yang ditandatangani Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta pada Kamis (21/12/2017) kemarin.

"Iya (Ahok) dapat (remisi). 15 hari dia dapat (remisi). Siapapun berhak mendapatkan remisi asal memenuhi persyaratan sesuai peraturan yang berlaku.," kaya Kasubag Humas Ditjen Pas Kemenkum HAM, Ade Kusmanto saat dihubungi, Jumat (22/12/2017).

Ade mengatakan, Ahok mendapatkan remisi karena selama menjalani masa hukuman kasus penistaan agama berkelaluan baik dan sudah menjalani hukuman selama enam bulan. "Jadi berhak mendapatkan remisi. Karena kan yang bersangkutan juga beragama nasrani," ujar dia.

Tahanan harus memenuhi dua persyaratan untuk mendapat remisi, yakni persyaratan administratif dan subtantif. Persyaratan administratif yang harus dipenuhi, adalah telah menjalani masa pidana lebih dari 6 bulan. "Sementara persyaratan subtantif, berperilaku baik dan tidak melanggar tata tertib atau tidak masuk daftar register F," ujarnya. Aturan tersebut tercantum dalam Pasal 1 ayat (3) Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 21 tahun 2016.

Besaran remisi yang diberikan kepada tahanan, sesuai Pasal Pasal 5 ayat (1) Keputusan Presiden Nomor 174 tahun 1999 tentang remisi. Besaran remisi khusus, yang diberikan pada hari besar keagamaan yang dianut oleh narapidana dan anak pidana yang bersangkutan adalah 15 hari. Berbeda dengan remisi umum yang diberikan saat Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus. "15 hari bagi Narapidana dan Anak Pidana yang telah menjalani pidana selama 6 (enam) sampai 12 bulan," kata dia.

Kuasa Hukum Ahok, I Wayan Sudirta mengatakan, kliennya akan mendapatkan remisi selama 15 hari di hari Natal 25 Desember nanti, “Rencana akan dapat remisi 15 hari,” kata Wayan

Remisi yang akan diterima Ahok pada hari Natal 2017 merupakan remisi pertama yang dia peroleh sejak menjalani hukuman. Pada 17 Agustus lalu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia juga memberikan remisi hari kemerdekaan, tapi Ahok belum bisa memperolehnya karena saat itu dia belum memenuhi persyaratan administratif.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis 2 tahun penjara karena terbukti melakukan penodaan agama karena menyebut surat Al Maidah ayat 51 saat bertemu warga. Hakim menegaskan, perkara Ahok bukan terkait pilkada melainkan perkara murni pidana. Ahok menjalani hukuman di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok. 0 KAY