Sabtu, 23 Desember 2017

Anak juga Bisa Kena Katarak, Waspada Penyebabnya

Ist.
Beritabatavia.com - SEIRING bertambahnya usia seseorang, semakin berisiko mengalami katarak. Menurut para ahli, penyakit ini seperti uban. "Katarak seperti uban Anda. Semua orang pasti terkena, cepat atau lambat. Penyebab utama salah satunya usia," ujar spesialis mata dari JEC @Cinere, Dr. Zeiras Eka Djamal, SpM di Depok,

Katarak terjadi bila lensa mata berubah menjadi keruh. Sejumlah gejala yang bisa menjadi pertanda katarak yakni penglihatan menurun, lebih merasa silau terhadap cahaya dan ukuran kacamata yang kerap berubah. "Selain usia, penyakit diabetes, obat-obatan steroid juga bisa menjadi penyebabnya," kata Zeiras.

Walau banyak diderita orang berusia lanjut, tak berarti anak-anak terbebas dari gangguan mata ini. Infeksi selama kehamilan bisa menjadi penyebabnya. "Pada anak biasanya penyebabnya infeksi virus Rubella. Pada anak-anak perkembangan saraf membutuhkan stimulasi. Kalau ada katarak, saraf tidak akan berkembang," kata Zeiras.

Sejumlah upaya seperti pemeriksaan mata berkala, mengonsumsi makanan sehat dan seimbang dan berolahraga rutin menjadi anjuran ahli kesehatan demi bisa membantu memperlambat munculnya katarak.

Namun, bila sudah terlanjur muncul, Zeiras menyarankan penderita menjalani operasi untuk membantu memulihkan penglihatannya. "Operasi peluangnya 98-99 persen, dengan teknologi sekarang. Kalau derajat kataraknya berat dokter menyarankan pasien menjalani operasi," kata Zeiras.

Berikut sejumlah tanda bila anak mengalami katarak seperti dilansir laman WebMD:

1. Anak-anak bahkan mungkin bayi tidak melihat langsung atau merespons wajah atau benda besar dan penuh warna yang ada di hadapannya.
Mereka yang sudah bisa merangkak tidak dapat menemukan benda kecil saat ia merangkak di lantai bisa menjadi tanda dia menderita katarak.

2. Anak mungkin cemberut, juling, atau melindungi matanya secara berlebihan saat berada di bawah sinar matahari. Hal ini terjadi karena dia mengalami silau yang disebabkan oleh katarak.

3. Mata anak mungkin tidak sejajar dan tidak pada titik yang sama pada saat bersamaan (strabismus).

4. Anda mungkin melihat refleks putih dan bukan refleks merah di mata anak Anda. Misalnya, saat mengamati foto anak, cobalah lihat bagian matanya. Jika di satu mata mungkin tampak ada warna putih sementara mata lainnya tidak, bisa jadi anak Anda mengalami katarak.

Katarak pada bayi umumnya terdeteksi saat lahir atau selama pemeriksaan rutin saat ke dokter. Anak-anak yang memiliki masalah penglihatan karena katarak biasanya memerlukan pembedahan untuk mencegah kehilangan penglihatan dan memastikan penglihatan normal. 0 TMP


Berita Terpopuler