Kamis, 28 Desember 2017

10 Tahun Misteri Pembunuhan Benazir Bhutto Belum Terungkap

Ist.
Beritabatavia.com - Benazir Bhutto adalah perempuan pertama yang menjadi kepala pemerintahan di sebuah negara Muslim. Satu dekade sejak dibunuh, yang lebih banyak terungkap hanyalah tentang bagaimana bobroknya sistem Pakistan dan bukan tentang siapa yang benar-benar memerintahkan kematiannya.

Laporan dari BBC, Kamis (28/12/2017) membentangkan bagaimana misteri pembunuhan Benazir Bhutto belum juga terungkap. Bhutto dibunuh pada 27 Desember 2007 oleh seorang pengebom bunuh diri berusia 15 tahun bernama Bilal.

Benazir baru saja usai melakukan sebuah acara kampanye di Rawalpindi saat anak di bawah umur itu mendekati konvoinya, menembaknya, dan meledakkan diri. Bilal, remaja itu, adalah orang yang ditugaskan melakukan serangan oleh Taliban Pakistan.

Ayah Benazir adalah Zulfikar Ali Bhutto, perdana menteri pertama yang terpilih secara demokratis di Pakistan, yang karier politiknya berakhir prematur ketika digantung oleh rezim militer Jenderal Zia Ul Haq yang mengkudetanya.

Benazir menjadi perdana menteri dua kali pada 1990-an, tapi selalu tidak dipercayai oleh militer, yang menggunakan tuduhan korupsi untuk menyingkirkannya dari kekuasaan. Pada saat kematiannya, dia sedang berkampanye untuk jabatan ketiga sebagai perdana menteri.

Pembunuhan tersebut menyebabkan kerusuhan luas di Pakistan setelah para pendukung Bhutto turun ke jalan, memasang blokade jalan, menyalakan api, dan meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah Pakistan.

Kondisi makin parah, Kepolisian Pakistan, Selasa (9/12/2014), menembak mati seorang komandan Taliban yang mendalangi serangan bom pada 2007 yang menewaskan 139 orang dalam upaya pembunuhan terhadap PM Benazir Bhutto.

Firdous Khan, nama komandan Taliban itu, tewas setelah terlibat baku tembak selama satu jam dengan polisi di wilayah Manghopir, Karachi. Demikian penjelasan seorang perwira Departemen Investigasi Kriminal (CID), Usman Bajwa. Khan adalah dalang serangan bom di dekat kendaraan Bhutto dalam sebuah kampanye politik menyambut kepulangan Bhutto pada Oktober 2007.

Dalam insiden itu, Bhutto selamat namun dua bulan kemudian tewas dalam sebuah serangan bom bunuh diri dalam sebuah kampanye di kota Rawalpindi. "Firdous Khan adalah komandan Taliban yang berperan sebagai seorang fasilitator, melatih pelaku bom bunuh diri dan membawanya kepada target," tambah Bajwa.

Pemerintah Pakistan saat itu di bawah Pervez Musharraf menuding pembunuhan Benazir Bhutto didalangi pemimpin Taliban Pakistan Baitullah Mesud, yang membantah tuduhan Musharraf. Mesud tewas dalam seranngan drone As. BBC