Rabu, 03 Januari 2018

Jennifer Dunn Diboyong ke Puslabfor Polri

Ist.
Beritabatavia.com -
Untuk pendalaman pembuktikan sekaligus berapa lama penggunaan narkoba, Artis Jennifer Dunn dibawa ke Puslabfor Mabes Polri di Jalan Kalimalang, Jakarta Timur. Jennifer menjalani pemeriksaan rambutnya.

Rabu (3/1/2018) siang dari ruang tahanan di Ditsersenarkoba Polda Metro Jaya, Jennifer mengenakan kemeja oranye khas tahanan narkoba. Dalam pemeriksaan Jennifer dikawal Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro AKBP Jean Calvin Simanjuntak.

Wanita yang kerap disapa Jedunn itu tidak banyak bicara. Dia juga tak tersenyum seperti saat menemui awak media di Polda Metro Jaya Selasa 2 Januari kemarin. Jennifer Dunn bahkan menutupi wajahnya dengan tangan.

Jennifer Dunn ditangkap Minggu, 31 Desember 2017 karena ketahuan memesan narkoba jenis sabu. Polisi menangkap Jennifer di rumahnya, Jalan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Pengungkapan itu berawal dari dibekuknya tersangka FS, kurir sabu.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro AKBP Jean Calvin Simanjuntak menyampaikan, pihaknya menerima adanya informasi masyarakat soal peredaran narkoba di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. Lokasi kediaman FS itu pun disambangi sebelum ramai malam tahun baru.

Jennifer Dunn sendiri ditangkap sebagai hasil pengembangan dari tertangkapnya FS. Ketika polisi mengamankan ponsel milik FS, diketahui bahwa Jennifer Dunn merupakan salah satu pelanggannya. FS mengaku sudah 10 kali menerima pesanan dari artis 28 tahun tersebut.‎

"Kami kembangkan dari penangkapan FS. Ditemukanlah adanya pemesanan dari JD," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2018).

Sudah tiga kali, Jennifer Dunn kesandung kasus narkoba. Pertama kali ditangkap pada tahun 2005. Kemudian pada Oktober 2009, Jennifer kembali ditangkap pihak kepolisian karena menggelar pesta narkoba di kosnya.

Selain narkoba, Jennifer Dunn rupanya pernah sebagai tempat pencucian uang hasil korupsi yang dilakukan oleh Tubagus Chaeri Wardana (Wawan), yang kini kasusnya ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada 14 Februari 2014, Jennifer dipanggil KPK dan mengakui sejak September 2013, dirinya telah diberi Wawan sebuah credit card dengan limit maksimum Rp50 juta setiap bulan dan sebuah mobil mewah. Credit card dan mobil pemberian Wawan, sudah disita oleh KPK.  0 BAIM
Berita Terpopuler
Senin, 16 April 2018