Kamis, 11 Januari 2018

Kamir Kehilangan Segalanya Akibat Narkoba

Ist.
Beritabatavia.com - Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) jumlah korban jiwa akibat narkotika dan obat bahan berbahaya (narkoba) mencapai 50 orang per hari. Sedangkan jumlah pengguna mencapai 5,9 orang. Sayangnya, gema genderang  sindikat narkoba lebih nyaring dari gendang pemberantasan narkoba. Bahkan rehabilitasi belum menjadi solusi efektif untuk membebaskan para pecandu dari cengkraman narkoba.

Bandit-bandit sindikat narkoba seperti bayangan yang sulit dijamah, cepat bergerak menyeruak keseluruh komunitas masyarakat, tanpa  memilih komunitas tertentu untuk dijadikan korban. Keterlibatan berbagai kalangan dari mulai pejabat, politisi,cendikiawan, seniman, hingga masyarakat kelas bawah, adalah fakta yang sulit dibantah bahwa negeri ini sudah menjadi pasar menggiurkan bagi sindikat narkoba.

Sejatinya, beragam kisah nyata memilukan yang dapat dijadikan cermin,bahwa narkoba tak pernah memberikan nilai positif bagi kehidupan. Justru narkoba adalah tiket kelas bisnis untuk menuju kehancuran, bahkan kematian. Ironisnya, bisnis kotor para sindikat narkoba kian merajalela, disusul jumlah korban terus bertambah, dan  grafik pecandu narkoba meroket.

Kisah sedih paling anyer akibat terlibat kasus narkoba dialami Kamir, Ketua DPD Partai Rakyat, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan istrinya Ani. Pasangan suami istri (Pasutri) ini ditangkap petugas Polsek Metro Tamansari, dari sebuah hotel di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, (8/1/2018) malam.

Tim yang dipimpin AKP Mansyur menangkap pasutri Kamir dan Ani, setelah lebih dulu meringkus pria berinisial MI saat sedang mengantar barang haram jenis sabu ke hotel tempatnya menginap. Pasutri ini berada di Jakarta sejak Oktober 2017 lalu untuk mengurus proses ferivikasi Partai Rakyat. Sayangnya, Pasutri asal Pandang-Pandang, Somba Opu, Makasar, Sulsel ini terjerat kasus narkoba sekaligus tiket  menginap di sel tahanan Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat.

Sepintas, pengakuan Ani dalam kisah nyata keterlibatan suaminya dengan narkoba sulit dipercaya. Ani ibu dari tiga anak hasil buah pernikahannya dengan Kamir, mengaku sudah sejak beberapa tahun lalu mengkomsumsi narkoba jenis sabu. Sedangkan Kamir suaminya, mengkomsumsi sabu baru sejak tahun lalu karena terpengaruh dirinya. Namun, pengakuan Ani  semakin terbukti, disusul pemeriksaan tes urine,  dan hasilnya dinyatakan positif  mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Pasca penahanan pasutri asal Makassar, Sulsel ini, menuai peristiwa menyesakkan bagi keluarganya. Kamir dan istrinya  tertunduk dan tak mampu menatap Bunga (bukan nama sebenarnya) putri sulung yang ditemani ibu kandung Kamir serta adik perempuan Ani datang menjenguk ke Polsek Metro Tamansari, Rabu 10 Januari 2018. Hanya isak tangis yang terdengar, tak ada kata yang terucap untuk menjelaskan peristiwa yang menjerat Ayah dan Ibu Bunga.

Bunga yang tercatat sebagai siswi sekolah menengah pertama, bergegas saat melihat kedua orang tuanya yang sedang menjalani pemeriksaan. Bunga memeluk ibunya seraya menangis tak kuasa membendung kesedihan. Matanya sembab,wajahnya memerah menahan  sesak dan perasaan terpukul akibat kasus narkoba yang menjerat kedua orang tuanya.
 
Sementara ibu kandung Kamir, hanya berdiri dan diam  di sudut ruangan sempit tempat pemeriksaan, seakan tak percaya peristiwa yang menimpa putranya.  Perlahan Kamir meraih tangan wanita yang melahirkannya itu, mencium tangan yang sudah tampak mulai keriput. Kamir minta ampun, seraya memohon agar ibunya memaafkan kesalahannya. Perlahan ibunya mengangguk disusul isak kepedihan dan air mata.

Ibu kandung Kamir dan putri sulungnya serta adik iparnya datang ke Jakarta dari Makassar, Sulsel, setelah mendapat kabar dari Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat. Untungnya, kisah pilu dan kesedihan yang menyelimuti keluarga Kamir akibat narkoba, sedikit terobati. Sebab, tiba di Jakarta, mereka tidak kesulitan bahkan tanpa harus merogoh kocek untuk biaya penginapan. Pihak Polsek Metro Tamansari membantu biaya penginapan keluarga Kamir di sebuah hotel yang dekat dengan gedung Polsek Metro Tamansari.

Keluarga Kamir mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polsek Tamansari, karena memberikan bantuan yang sangat meringankan beban akibat jeratan narkoba yang menimpa Kamir dan istrinya Ani.  Kapolsek Metro Tamansari,  AKBP Erick Frendiz, mengatakan selain penegakan hukum, polisi wajib melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.
 
AKBP Erick Frendiz, mengingatkan, kasus yang  menjerat tersangka Kamir dan istrinya Ani adalah potret akibat narkoba. Perwira menengah (Pamen) Polri ini memastikan, narkoba adalah tiket menuju kehancuran. Menurutnya, narkoba merampas apapun yang kita miliki, keluarga,harta,jabatan, karir, pekerjaan,kesehatan. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Selasa, 18 September 2018
Jumat, 21 September 2018
Senin, 17 September 2018