Jumat, 12 Januari 2018

TI: Indeks Korupsi Nasional Membaik

Ist.
Beritabatavia.com - Upaya Pemerintahan Presiden Jokowi bersih-bersih praktik korupsi sudah mulai membuahkan hasil.  Hal ini terlihat dari perbaikan indeks korupsi di sejumlah kota.

Mengutip data Transparency International (TI), rata-rata Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2017 di 12 kota besar sebesar 60,8. Level Indeks Persepsi Korupsi ini membaik dari posisi 54,7 di 2015. IPK ini mengacu pada hasil survei yang digelar Transparency International berdasarkan persepsi pelaku usaha.   

Hasil survei Transparency International menunjukkan, Jakarta Utara menjadi kota dengan praktik korupsi paling minim atau beradai di level 73,9. Disusul kota Pontianak, Pekanbaru dan Balikpapan. 

Yang menarik, hasil survei Transparency International mengungkapkan bahwa 17% pelaku usaha mengaku pernah gagal dalam mendapatkan keuntungan karena pesaing memberikan suap. “Kota dengan persentase suap tertinggi adalah Bandung sebesar 10,8% dari total biaya produksi,” tulis Transparency International dalam siaran pers pada Jumat (12/1).

Sementara itu, kota dengan persentase biaya suap terendah adalah Makassar sebesar 1,8% dari total biaya produksi. Sektor usaha dengan potensi suap tertinggi adalah air minum, perbankan dan kelistrikan. Sementara instansi pemerintah yang paling terdampak korupsi adalah legislatif, peradilan, dan kepolisian.

Berdasarkan integritas layanan pusat, Kementerian ESDM menjadi lembaga pemerintahan pusat yang memiliki risiko tinggi korupsi atau dengan probabilitas korupsi 35%. Disusul Kementerian Agraria dan Tata Ruang dengan probabilitas korupsi 22% dan Kejaksaan Agung 16%. Disusul Kepolisian, Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Perdagangan.

Catatan saja, Transparency International menggambarkan tingkat korupsi negara dengan indikator yang dikenal dengan nama Corruption Perception Index (CPI). Ini merupakan indeks gabungan yang mengukur persepsi pelaku usaha dan para ahli terhadap praktik suap di suatu daerah.

Pada tahun 2017, survei dilaksanakan di 12 kota di Indonesia dengan total responden 1.200. Survei menghasilkan Indeks Persepsi Korupsi yang menggambarkan tingkat korupsi pada level kota berdasarkan persepsi pelaku usaha. Pada 2016, CPI Indonesia di angka 37/100 dengan peringkat 90/178. 0 RLS