Jumat, 12 Januari 2018

Puluhan Industri Tekstil Seenaknya Buang Limbah ke Citarum

Ist.
Beritabatavia.com -
Kementerian Perindustrian membongkat ada indikasi industri tekstil di daerah aliran sungai (DAS) Citarum Jawa Barat, membuang limbahnya langsung tanpa melalui instalasi pengolah air limbah (IPAL) ke Sungai Citarum.

Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan menyatakan, pihaknya akan memberi penjelasan kepada industri-industri yang membuang limbah langsung agar memiliki IPAL. 

"Ditengarai ada industri yang buang limbahnya langsung, kami harus berikan penjelasan kepada mereka bahwa harus taat aturan, harus punya IPAL," terang Putu dalam keterangan tertulis, Jumat (12/01/2018).

Putu mengatakan, saat ini 50 persen atau 444 perusahaan tekstil di Jawa Barat berada di DAS Citarum. Berdasarkan data pemerintah, baru sekitar 380 perusahaan yang memiliki IPAL. Bahkan, dari data di lapangan, lebih dari 64 perusahaan tekstil tidak memiliki IPAL.

"Ini (pendataan industri) yang kami harus sama-sama jumlah industrinya, karena izin itu tidak hanya dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan izin-izin dari perindustrian dulu kan dilimpahkan ke BKPM. Sejak otonomi daerah dilimpahkan ke provinsi dan kabupaten/kota," paparnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Broedjonegoro mengatakan, pemerintah sedang berfokus untuk merevitalisasi Sungai Citratum, mulai dari hulu.

Sebelumnya, pemerintah sudah memiliki rencana aksi lengkap yang diselesaikan pada 2011 untuk program penataan sungai Citarum hingga 2025. Hanya saja, baru sampai pada tahap satu dan tidak diteruskan.

"Jadi rapat tadi intinya merevitalisasi Sungai Citarum menggunakan roadmap (peta jalan) yang sudah disiapkan, ada quick win lebih banyak terutama kepada penanganan pencemaran sungai di hulu," tuturnya.

Menurut dia, tak akan ada perubahan roadmap revitalisasi Citarum dari program yang sebelumnya, dan masih dipakai dengan beberapa penyesuaian.

Ia menyatakan, program penataan Sungai Citarum yang sebelumnya tidak berjalan karena tidak ada institusi utama yang mendorong berjalannya program tersebut. Dengan demikian, pelaksanaan menyebar dari pusat, kementerian/lembaga, hingga pemerintah daerah tanpa satu komando. 0 baim






Berita Terpopuler
Minggu, 16 Desember 2018
Berita Lainnya
Senin, 26 November 2018
Minggu, 25 November 2018
Sabtu, 24 November 2018
Kamis, 22 November 2018
Selasa, 20 November 2018
Senin, 19 November 2018
Minggu, 18 November 2018
Sabtu, 17 November 2018
Jumat, 16 November 2018
Kamis, 15 November 2018
Selasa, 13 November 2018
Senin, 12 November 2018