Selasa, 16 Januari 2018

Reli Dakar: Pereli Wanita Bertahan, Unggulan Tumbang

Ist.
Beritabatavia.com - Etape awal Reli Dakar 2018 banyak diwarnai dengan berbagai kecelakaan. Di antaranya adalah pereli-pereli unggulan. Alasannya banyak, seperti cidera, kendaraan rusak dan lain sebagainya. Beberapa nama unggulan seperti Sam Sunderland di kategori motor, Cyril Depress, dan Nani Roma dari kategori mobil juga harus tersingkir karena kecelakaan.

Sulitnya ajang Reli Dakar kerap memakan korban. Namun, dari beberapa peserta yang mengikuti ajang tersebut, pereli wanita asal Spanyol, Laia Sanz, masih sanggup mengatasi ganasnya lintasan di arena Dakar. Yang terbaru, Sanz finish di posisi 10 pada etape 8. Posisi tersebut merupakan posisi terbaiknya tahun ini.

Pada etape 1 Sanz berhasil finish di peringkat 12, lalu di etape 2, finish di peringkat 24 dan turun ke peringkat 20 klasemen sementara. Performa Sanz mulai membaik di etape 3 dengan finish di posisi 15. Tapi pada etape berikutnya performa Sanz kembali jeblok ke peringkat 25 . Di etape 3 dan 4, Sanz konsisten di peringkat 18 tabel klasemen sementara.

Pada reli etape berikutnya, Sanz meraih finish di posisi 14 dan berhasil mengamankan posisinya pada peringkat 18 di tabel klasemen. Di etape 6, performa Sanz kembali merosot dan hanya mampu finish di posisi ke-20.

Dalam etape 7, Sanz hanya mampu memperbaiki posisinya setingkat lebih baik ketimbang etape sebelumnya. Sanz finish di peringkat 19 dan menduduki peringkat 18 tabel klasemen sementara.

Naik turun performa sanz membuat dirinya saat ini menduduki peringkat 14 klasemen sementara. Sanz mengumpulkan catatan waktu 28 jam 53 menit 28 detik, terpaut 1 jam 31 menit 25 detik dari pemimpin klasemen saat ini, Adrien van Beveren (Yamaha).

“Targetku tahun ini masuk 15 besar, tapi ini cukup sulit karena rivalku cukup berpengalaman,” ujar Sanz pada awal turnamen, yang dikutip dari website resmi Reli Dakar.

Sanz merupakan salah satu dari 14 wanita yang mengikuti Reli dakar 2018. Sanz tergabung dalam tim KTM bersama sejumlah nama unggulan seperti, Sam Sunderland, Matthias Walkner dan Toby Price.

Pada gelaran Dakar tahun ini, ia mengakui harus pintar membaca situasi karena medan pada lintasan sangat berbahaya, ”Cuaca, bukit pasir di Peru, ketinggian dan suhu dingin di Bolivia, cuaca panas di Argentina. Semua ini membuat balapan menjadi sulit,”  ujarnya.

Karir Sanz di balap sepeda motor dimulai sejak usia belia. Ia mulai belajar mengendarai sepeda saat usianya dua tahun. Pada saat usia empat tahun,  Sanz mengendarai sepeda motor kakaknya tanpa diketahui siapapun. Saudara perempuan Laia Sanz, Joan, juga seorang pecinta sepeda motor, memiliki motor Montesa Cota 25 cc. 0 TMO




Berita Terpopuler
Selasa, 20 Februari 2018