Senin, 22 Januari 2018

Aktivis Desak Anies Perhatikan Fasilitas Pejalan Kaki

Ist.
Beritabatavia.com - Koalisi Pejalan Kaki (KoPK) menggelar aksi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat untuk memperingati kembali sembilan orang pejalan kaki yang tewas pada 2012. Aksi itu juga bagian dari Hari pejalan kaki Nasional yang telah ditetapkan pada 22 Januari 2016.

Diketahui, tabrakan maut tersebut menewaskan sembilan orang di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat pada 2012. Saat itu, pengendara mobil Afriyanti Susanti menyetir dalam kondisi mabuk.

Alfred Sitorus, Ketua Koalisi Pejalan Kaki, menuturkan aksi kali ini adalah untuk memperingati dan mengenang sembilan korban yang tewas enam tahun lalu sekaligus juga menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat. Hal itu, terutama mengenai aturan lalu lintas dan keselamatan di jalan raya.

Alfred menegaskan fasilitas umum macam trotoar dan jembatan penyeberangan masih membutuhkan perbaikan. Dia juga mengharapkan tak hanya untuk pejalan kaki namun juga kelompok penyandang disabilitas.

"Semoga gubernur baru akan memperbaiki kondisi ini, apalagi pada Agustus nanti di Jakarta akan diselenggarakan Asean Games," tuturnya di Jakarta, Senin (22/1). "Hingga saat ini Indonesia masih darurat pejalan kaki."

Dia mengharapkan pemerintah provinsi dapat lebih konsisten terkait dengan penggunaan trotoar. "Jangan sampai fasilitas umum seperti trotoar digunakan sebagai jalanan bagi pengendara motor atau berdagang," kata Alfred.

Kebijakan Anies terbaru adalah menggunakan bahu jalan di kawasan Tanah Abang untuk berjualan bagi kalangan UKM. Selama ini, sebagian pedagang menggunakan trotoar di kawasan itu untuk berjualan.

Anies sebelumnya ingin agar pembangunan trotoar, misalnya di kawasan Sudirman-Thamrin, tidak hanya digunakan sebagai tempat melintas pejalan kaki, namun juga bisa jadi lokasi interaksi ekonomi, budaya dan sosial warga. "Ini untuk mengakomodasi kepentingan warga Jakarta, trotoar untuk berinteraksi," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Walaupun demikian, sebagian besar trotoar di pelbagai tempat di Jakarta masih terlihat digunakan untuk berjualan hingga dipakai pengendara sepeda motor untuk menghindari macet. 0 CIO





Berita Terpopuler