Jumat, 26 Januari 2018

Sejak 2008, Perawat Jerman Suntik Mati 97 Pasien

Ist.
Beritabatavia.com -
Seorang perawat di Jerman, Niels Hoegel, hadapi tuduhan telah melakukan pembunuhan terhadap 97 orang pasien. Jika nantinya dinyatakan terbukti, Hoegel menjadi pembunuh berantai paling mematikan di negara Jerman.

Dilansir independent, Rabu (24/1), aksi pembunuhan terhadap 97 pasien itu bukan yang pertama dituduhkan kepada Hoegel. Jumlah itu merupakan tuntutan tambahan untuk Hoegel yang diajukan jaksa pada Senin (22/1).

Terungkapnya kasus pembunuhan bermula di tahun 2008. Hoegel tertangkap dan dihukum 7,5 tahun penjara setelah mencoba membunuh pasien dengan suntikan.  Hoegel sebelumnya mengaku menyuntik pasien dengan obat-obatan untuk mengatasi gagal jantung.

Hal tersebut juga dilakukan untuk memamerkan keterampilan resusitasinya atau memulihkan kesadaran seseorang yang tampak mati akibat berhentinya fungsi jantung dan paru. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2015, terungkap bahwa Hoegel telah membunuh dua pasien. Hoegel lantas dijatuhi hukuman seumur hidup.

Ternyata jumlah korban pembunuhan Hoegel lebih dari itu. Jaksa mengatakan berdasarkan penyelidikan dan laporan toksikologi, Hoegel membunuh 35 pasien di Rumah Sakit Oldenburg dan 62 pasien di Rumah Sakit Delmenhorst, Jerman. Hoegel bekerja di rumah sakit Oldenburg dari tahun 1999 sampai 2002 dan di Delmenhorst dari tahun 2003 sampai 2005.

Menurut jaksa, seharusnya Hoegel menyadari obat-obatan yang disuntikkan kepada pasiennya memiliki efek lain. Mulai dari kemungkinan gangguan detak jantung hingga hipotensi.

“Dari sudut pandang penuntutan, terdakwa Niels H menerima, setidaknya secara diam-diam, dalam semua kasus kematian pasien karena efek obat-obatan terlarang yang disuntikkannya,” kata jaksa dalam sebuah pernyataan. 0 IND